Sebelumnya, kawasan hutan ini merupakan wilayah hutan lindung G. Merbabu yang dikelola oleh Perum Perhutani dan Taman Wisata Alam (TWA) Tuk Songo yang merupakan salah satu kawasan konservasi di bawah pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. Terhitung sejak tanggal 30 Desember 2005, pengelolaan taman nasional diserahkan kepada BKSDA Jawa Tengah, sementara menunggu ditetapkannya pengelola Taman Nasional yang lebih pasti (definitif). Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Taman Nasional Gunung Merbabu baru dibentuk pada bulan Juni 2006, berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P29/Menhut-II/2006 tentang organisasi dan tata kerja Balai Taman Nasional yang baru.
\
Kawasan taman nasional ini terutama terdiri dari zona-zona hutan pegunungan, seperti yang dikemukakan van Steenis:
Zona hutan pegunungan bawah (1.000—1.500 m dpl), saat ini telah berubah (tidak asli lagi) dan ditumbuhi oleh jenis-jenis tusam (Pinus merkusii), puspa (Schima wallichii ssp. noronhae) dan bintuni.
Zona hutan pegunungan atas (1.500—2.400 m dpl), ditumbuhi oleh jenis-jenis akasia (Acacia decurrens, Acacia virgata), puspa, sengon gunung (Albizia lophanta), sowo (Engelhardtia serrata), cemara gunung (Casuarina junghuhniana), pasang (Quercus sp), dan tanganan.
Zona hutan (vegetasi) sub-alpin (2.400—3.142 m dpl), ditumbuhi oleh rerumputan dan edelweis jawa.
Beberapa jenis hewan yang tercatat dari kawasan ini di antaranya adalah elang jawa, elang hitam, alap-alap sapi, elang-ular bido, ayam hutan, tekukur, gelatik batu, kijang, landak, musang luwak, monyet ekor-panjang, macan tutul, dan lain-lain.
Sebagaimana umumnya kawasan hutan di Jawa, Taman Nasional Gunung Merbabu tidak luput dari berbagai kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas ilegal masyarakat di sekitarnya. Beberapa yang terekam di antaranya kegiatan-kegiatan penambangan pasir dan batu tak berizin, pencurian kayu, dan pembukaan tutupan hutan untuk bertani sayur-sayuran
Taman Nasional Gunung Merbabu terletak pada tempat yang strategis, mudah dijangkau dari berbagai kota di Jawa Tengah, baik dengan angkutan umum, angkutan pribadi, pesawat terbang. Kantor Balai TNGM beralamat di Jl. Merbabu no.136 Boyolali, Jawa Tengah.
Jalur pendakian Suwanting
Gunung Merbabu memiliki banyak jalur pendakian antara lain jalur Selo dari Magelang/Boyolali, jalur Thekelan dan Cuntel dari Salatiga, jalur Wekas dari Magelang, dan Suwanting dari Magelang.
Berdasarkan cerita setempat, jalur Suwanting ini pernah dibuka pada tahun 1990 sampai tahun 1998. Setelah 1998 itulah jalur tersebut ditutup. Dan pada pertengahan Maret 2015 jalur ini dibuka kembali.
Jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting terletak di dusun Suwanting, desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Lokasinya sekitar 4 km dari gardu pandang Ketep.
Akses untuk menuju Dusun Suwanting tidaklah sulit. Dari arah Jakarta atau jawa timur bila melalui jalur Yogyakarta atau Semarang. Dari Jogja menuju kabupaten Muntilan lalu menuju Ketep. Akomodasinya juga sangat mudah. Anda bisa menggunakan moda transportasi bus. Yang terpenting jika bingung maka tanyalah ke orang.
Catatan dan Waktu Perjalanan
- Basecamp Suwanting – Pos 1 (30-45 menit)
setelah meninggalkan basecamp kita akan melewati perumahan warga lalu melintasi jalan dengan pemandangan kanan kiri ladang warga. Ladang berupa tanaman pegunungan. Suasana sangat sejuk dan trek cenderung datar agak menanjak sedikit. Disebelah Kiri jalan terdapat lembah dan jurang yang cukup dalam. Perjalanan dari basecamp menuju Pos 1 hanya 30 menit – 45 menit. Sebelum sampai Pos 1 kita bertemu dengan hutan pinus (penuh dengan pohon pinus rapat). Kondisi jalan setapak dari basecamp menuju pos 1 saat ini sudah di semenisasi oleh warga setempat.
- Pos 1 – Pos 2 (2 jam)
- Pos 2 – Pos 3 (3-4 jam)
Trek ini jauh lebih sulit dari sebelumnya. saat ini keadaan jalur pendakian dibagian ini sedikit rusak dengan jalur air yang dalam sehingga terkadang menambah tingkat kesulitan dan memperpanjang waktu pendakian. Perjalanan menuju Pos 3 membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam. dibutuhkan tekad yang kuat untuk sukses melewati jalur ini. Sebelum sampai di Pos 3 kita akan menjumpai sumber air yang bernama “Sendang Dampo Awang”.
- Pos 3 – Puncak Keteng Songo (2 jam)
Di Pos 3 ini pula juga menjadi tempat favorit untuk mendirikan tenda. Dari Pos 3 ini terlihat pemandangan yang sangat indah yakni gunung Sindoro-Sumbing, Merapi, andong Telomoyo dan beberapa gunung lain . Perjalanan menuju ke puncak Keteng Songo atau Triangulasi kita akan melewati beberapa bukit dengan tumbuhan rumput yang membentang bagaikan permadani. Perbukitan tersebut dinamakan dengan “sabana”. Dari Pos 3 menuju puncak kita akan melewati sabana 1, sabana 2, dan sabana 3. Sabana via jalur Suwanting sama indahnya dengan jalur via Selo.
pendakian via Suwanting tidak segampang dan seindahseperti foto yang beredar di medsos. treknya ternyata sangat sulit apalagi di musim hujan. jalur swanting ini bagaikan jebakan Batman....
