Rabu, 27 April 2016

BEST THINGS YOU MUST HAVE FOR ADVENTURE

Selamat datang di era digital. Zaman di mana semua hal bisa dilakukan dengan bantuan kecanggihan teknologi. Perkembangan teknologi yang sangat cepat telah menciptakan alat-alat canggih yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Di dunia pendakian, berbagai gear canggih pun bermunculan. Perlengkapan naik gunung yang canggih tersebut diciptakan untuk mempermudah pendaki survive di tengah hutan belantara.

Contohnya Suunto Ambit3 Peak Sapphir. Jam tangan multifungsi ini sebaiknya dimiliki oleh para pendaki. Altimeter-sensitivitas tinggi yang ada di jam tangan ini bisa melacak rute pendakian kita. Jika suatu saat kita tersesat saat mendaki, kita bisa menggunakan fitur trackback. Fitur ini secara otomatis akan melacak dan menampilkan rute yang sudah kita lewati. Selain itu jam tangan Suunto Ambit3 dilengkapi dengan fitur standar seperti kompas elektronik, pemantau denyut jantung, dan menunjukkan waktu matahari terbit dan tenggelam.

Bukan hanya Suunto Ambit3 saja, masih banyak perlengkapan naik gunung canggih lain yang bermanfaat di alam bebas. Berikut 7 perlengkapan naik gunung canggih yang harus Anda miliki:

 

1.Eton Scorpion

Eton Scorpion merupakan alat multiguna bagi pendaki. Alat serbaguna ini bisa digunakan untuk senter, USB charger, dan pembuka botol. Selain itu, Eton Scorpion juga bisa difungsikan sebagai radio komunikasi. Gear ini diisi ulang menggunakan tenaga surya dan tenaga listrik biasa.Perlengkapan naik gunung yang satu ini dibanderol seharga 50 USD.

Tertarik membeli alat ini? Cek website ini Eton Scorpion.

 

2.Biolate Campstove

Kompor multiguna yang bisa digunakan untuk mengisi ulang daya ponsel.

Jika biasanya Anda menggunakan kompor gas portabel, sekarang terdapat kompor model baru yang memiliki dualfungsi. Perlengkapan naik gunung canggih ini bisa digunakan untuk memasak dan membakar kayu. Selain itu, kompor canggih ini bisa digunakan untuk mengisi ulang baterai ponsel Anda. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali memasak, perut kenyang dan baterai ponselpun terisi.

Tertarik untuk memilikinya? Cek situs berikut:BioLite Wood Burning Campstove.

 

3. JakPak

Sumber foto dari firebox.com

Jakpak adalah satu paket komplit yang ditawarkan dari sebuah jaket. Jaket waterproof atau tahan air ini bisa digunakan sebagai sleeping bag. Bahkan, jaket ini juga dapat berfungsi sebagai tenda!

JakPak dijual seharga 250 USD atau sekitar Rp 3.500.000,-. Untuk pemesanan lebih lanjut, bisa membuka web www.uncrate.com

 

4.Meet Earl Tablet

Meet Earl Tablet biasa dikenal sebagai Backcountry Survival Tablet. Perlengkapan naik gunung satu ini dapat beroperasi dengan baik ketika ponsel tidak dapat digunakan. Dengan sistem operasi Android Jelly Bean 4.1, tablet ini memiliki penghemat daya, e-link screen, GPS yang terintegrasi, sensor cuaca, dan teknologi komunikasi radio.

Alat ini adalah alat yang cukup ampuh untuk menjelajah alam bebas. Anda bisa mengunjungi situs berikut ini MeetEarl jika ingin membelinya.

5.Rechargeable LED Headlamp

Rechargeable LED Headlamp bukanlah headlampbiasa. Headlamp ini merupakan perlengkapan naik gunung yang memiliki daya tahan baterai lebih dari 18 jam. Headlamp ini bisa diisi ulang menggunakan USB. Headlamp ini sangat tangguh karena bisa tetap menyala dalam kondisi ekstrim dan didalam air.

Satu hal yang paling dibutuhkan adalah headlampini memiliki lampu SOS Strobe yang bisa digunakan pada keadaan darurat. Headlamp ini dihargai sebesar 150 USD. Cek situs berikut:Princeton Tec Apex Rechargeable LED Headlamp.

 

6. SteriPen Water Purifier

Tidak jarang kita kehabisan air ketika sedang dalam pendakian. Sumber mata air belum tentu ada di setiap gunung.

Jika dalam keadaan terdesak dan tidak menemukan satu sumber mata air pun, jalan satu-satunya adalah memanfaatkan genangan air yang ada. SteriPen Water Purifier merupakan perlengkapan naik gunung yang sangat dibutuhkan dalam kondisi mendesak seperti itu karena gear ini bisa digunakan untuk menjernihkan dan memurnikan sinar UV.

Alat ini bisa membunuh lebih dari 99.9% bakteri berbahaya yang terdapat di dalam air.

Harga yang ditawarkan sebesar 90 USD. Untuk memiliki alat ini, Anda bisa mengunjungi situsSteriPen Water Purifier.

 

7.Heimplanet Tent

Memasang tenda bisa menjadi hal yang sangat menyenangkan. Namun, saat musim hujan, memasang tenda membutuhkan banyak kesabaran dan ketekunan.

Jika Anda ingin tenda yang praktis dan mudah dipasang, Heimplanet Tent ini sangat cocok. Anda hanya harus memompa dengan pompa udara dalam beberapa menit. Ketika tenda ini sudah mengembang, tenda ini bisa memuat 2-3 orang. Lebih praktis lagi, tenda ini bisa dilipat dalam ukuran kecil.

Senin, 25 April 2016

BUAT APA MENDAKI GUNUNG ? NYUSAHIN DIRI AJA

Banyak orang bertanya, Apa sih enaknya mendaki gunung ???
Kan capek, harus jalan jauh….

Kegiatan yang satu ini memang penuh seni dan hanya bisa dipahami oleh mereka yang sudah pernah mendaki. Bayangkan, kamu mesti bersusah payah membawa carrier yang berat serta berjalan jauh melewati medan yang seringkali membahayakan. Tak jarang pula kita dengar kisah pendaki yang tewas di jalur pendakian.

Meski berat dan melelahkan, anehnya para pendaki tak pernah kehilangan semangat untuk terus berjalan. Gunung yang tinggi tetap dihadapi, jalan yang berliku terus saja dicumbui. Sekali pernah naik gunung, kamu tak akan pernah bisa berhenti. Ada rasa yang tak bisa diungkapkan lewat kata-kata sekalinya kita berhasil menggapai puncaknya.

Meski tak banyak bisa dimengerti, inilah alasan yang membuat kami, para pendaki selalu mengangkat keril demi mendaki kembali…

1. Mendaki gunung adalah perjalanan hati; perjalanan untuk menaklukkan dirimu sendiri

Jika banyak pendaki yang berkata bahwa sebuah pendakian adalah perjalanan menaklukkan diri sendiri, sepertinya ungkapan itu memang benar adanya. Naik gunung dan mendaki sampai ke puncaknya adalah petualangan mendobrak zona nyaman. Dibandingkan dengan suasana rumah, gunung memang gak nyaman: udara yang dinginnya kadang menusuk tulang, sering gak ada air, makan juga ala kadarnya.

Mendaki gunung gak bisa asal jalan; butuh kondisi fisik yang baik, persiapan matang, serta niat dan mental yang tegar. Kalau semua itu gak terpenuhi, kemungkinan besar kamu akan gagal di tengah jalan. Hanya dengan mengalahkan egomu sendiri, barulah kamu layak menggapai puncak.

2. Saat tak ada yang bisa diandalkan, kamu akan belajar memaksimalkan seluruh kemampuan

Naik gunung berarti berhadapan dengan alam bebas dan meninggalkan peradaban jauh di belakangmu. Gak ada kerjaan kuliah atau kantor yang kamu bawa, pun juga dirimu bisa rehat sejenak dari jeratan sosial media. Bersyukurlah di atas gunung gak ada listrik dan wifi gratis, sehingga kamu bisa merasakan pengalaman menjadi manusia seutuhnya.

Jadi manusia seutuhnya itu berarti seluruh inderamu bekerja penuh. Kamu jadi bisa menikmati segala hal yang ada di depanmu, merekam semuanya dalam benakmu tanpa hasrat untuk berpaling ke dunia maya. Kamu juga berjuang dengan tenagamu sendiri, menggunakan tangan dan kakimu untuk mencapai titik yang lebih tinggi.

3. Kegiatan ini memang melelahkan. Tapi dari sebuah pendakian kamu akan lebih menghargai hal-hal sederhana yang sering terlupakan

Ya, naik gunung bisa membuatmu mensyukuri banyak hal remeh yang biasanya luput dari perhatian kita—hal-hal remeh yang kadang menentukan hidup mati kita di atas gunung. Air, misalnya. Ketika persediaan air sudah menipis, ketemu sumber air di atas gunung tuh rasanya udah kayak ketemu jodoh.

Kita juga jadi mensyukuri makanan yang kita masak meski ternyata gak terlalu matang. Secangkir kopi hangat juga terasa semakin nikmat. Bahkan, mensyukuri cuaca yang cerah ketika mendaki di musim hujan pun acap kita lakukan. Semua hal itu pasti luput kita syukuri jika kita berada di tempat yang nyaman.

4. “Semangat, sebentar lagi sampai. Cuma 2 tanjakan lagi, kok !!! Solidaritas antara sesama pendaki juga bisa jadi alasan kenapa kamu ketagihan melakukan pendakian

Seorang pendaki gak akan segan membagi perbekalannya bagi mereka yang membutuhkan, sekalipun yang ia miliki juga terbatas. Ia juga gak ragu untuk berteriak menyemangati pendaki lain agar mereka gak menyerah dan bisa merasakan nikmatnya menjejak puncak sama-sama.

Tiap pendaki adalah saudara seperjuangan, tak peduli mereka saling mengenal atau tidak. Mereka paham, bahwa apa yang mereka bagi kepada sesama pendaki bisa menimbulkan semangat bahkan menyelamatkan jiwa. Gunung memang punya kharisma yang magis untuk menyatukan orang-orang yang sama-sama menjamahinya.

5. Kenapa kamu selalu kembali ???
Karena gunung yang sama pun bisa menawarkan sisi baru dalam setiap pendakian yang dilakoni

Mungkin kamu merasa heran jika temanmu yang seorang pendaki mendaki gunung yang sama berulang kali. Well, yang didaki mungkin memang gunung yang sama. Tapi, selalu ada pengalaman yang berbeda setiap kali kita menjamahi puncaknya. Variabelnya pun beragam, bisa berupa jalur pendakian yang berbeda, kondisi cuaca, maupun interaksi kita dengan manusia-manusianya. Pengalaman unik inilah yang membuat gunung terus didaki.

6. Di depan alam yang megah kamu otomatis merasa lemah. Dari mendaki kamu belajar bagaimana ilmu pasrah dan berserah

Tanpa disadari, manusia seringkali jumawa. Kita merasa bahwa diri kita adalah makhluk yang paling tinggi dan mulia sehingga merasa bisa berkuasa atas alam dan isinya. Nah, gunung adalah secuil surga istimewa yang gak cuma menyajikan panorama luar biasa, tetapi juga mengingatkan kita bahwa kita tak lebih dari setitik debu di hadapan semesta ciptaan-Nya

7. Dengan melihat dari perspektif yang lebih tinggi, kamu sadar bahwa dunia masih punya tempat luar biasa untuk dijelajahi

Pemandangan dari puncak gunung sanggup menyihir siapa saja yang melihatnya. Langit dan bumi bertemu di batas cakrawala, menyajikan panorama yang membuat kita semua terkesima. Titik tertinggi yang kita pijak memberikan sudut pandang tak biasa, membuat kita mengerti bahwa masih ada tempat luar biasa lainnya yang layak untuk kita jamahi. Itulah mengapa pendaki tak pernah berhenti menyambangi puncak-puncak tertinggi

8. Dari pendakian kamu belajar jadi orang yang cermat. Sebab berhasilnya sebuah pendakian adalah saat kamu bisa pulang dengan selamat

Mendaki gunung memang membutuhkan kekuatan fisik dan nyali. Memanggul keril sambil berjaran berkilo-kilo meter, menempuh medan yang tak jarang curam dan berbahaya. Belum lagi ditambah kondisi cuaca yang kadang tak bisa diprediksi, membuat pendakian dianggap sebagai kegiatan orang-orang sinting yang nekat.

Namun, mereka yang fisik dan nyalinya sudah ditempa berbagai jalur pendakian mengerti bahwa naik gunung bukan soal kenekatan untuk menaklukkan alam, melainkan bagaimana kembali pulang dengan selamat

9. Pendakian membuka matamu soal arti usaha. Sekecil apapun langkahnya, semesta akan menghargai setiap upaya

Kemegahan gunung-gunung yang menjulang sudah tampak dari kejauhan. Sebagai manusia, tak jarang nyalimu menciut dibuatnya: ‘Bisakah saya mencapai puncaknya?’ Puncak gunung akan selalu menjadi puncak yang tak tergapai jika kamu enggan untuk mulai melangkahkan kaki. Kamu sadar, bahwa setiap langkah kecil punya peran untuk mengantarkanmu menuju puncaknya. Setiap hal besar bisa kamu mulai dari sesuatu yang kecil.

10. Sepulang mendaki kamu tak akan lagi jadi orang yang sama. Kegigihan berjuang, kerendahan hati, dan kehangatan pribadi akan selalu terbawa

Sebagai manusia, kita pasti membutuhkan pencapaian untuk membuat hidupnya bermakna. Naik gunung bukanlah sekadar jalan-jalan biasa. Perasaan luar biasa yang gak bisa diungkapkan dengan kata-kata tumpah begitu saja saat kamu berhasil mencapai puncaknya. Ini bukanlah pencapaian yang bisa kamu dapatkan di tempat lain, melainkan sesuatu yang dibayar dengan langkah kaki, peluh, serta semangat yang selalu berkobar.

Alasan-alasan di ataslah yang membuat para pendaki terus melangkahkan kaki menjamahi puncak-puncak di atas awan.

Jadi, apakah kita sepakat memelihara perasaan yang sama WAHAI SAHABAT PENDAKI ???

Sumber tulisan : Hipwee
Dikutip dari postingan seorang sahabat : Martono Sudirjo.

SEBUAH CATATAN PERJALANAN MENUJU PUNCAK RINJANI

Sebuah kutipan saran dari seorang sahabat.
Sepertinya menarik.. thank buat info dan pengaturan schedule nya 

Dari Martono Sudirdjo :
"Saran saya andai akhir tahun dirimu ke Rinjani
Awali dari senaru
Tapi agak muter muter
Keuntungannya dirimu terhindar dari panas dan debu jalur sembalun
Kerugiannya tidak ketemu trek sembalun dan view cantik pos 1 dan 2 sabana sembalun.
Naik senaru - Plawangan senaru mungkin hari pertama andai start jam 7 pagi dapet ngecamp di plawangan senaru.
Yg perlu di catat, Mata air tidak ada di plawangan senaru.
Mata air terakhir ada di pos 3 jalur ini
Andai power mumpuni malah bisa tuh jalan seharian sampai danau
Tapi perlu di catat andai waktumu nanggung akan ketemu gelap sebelum sampai danau sebaiknya urungkan niat demi keselamatan karena turunnya extreme dari plawangan senaru ke danau
Andai hari ke 2 baru turun ke danau, jangan nginap di danau langsung naik ke plawangan sembalun
Begitu sampai punggungan plawangan belok kanan cari shelter pos plawangan yg dari beton seperti yg kamu lihat saat di danau
Andai tidak terlalu sore pasti dapet tuh lokasi nenda di sana keuntungannya deket mata air dan deket trek menuju puncak Rinjani
Hari ke 3 setelah muncak dan sarapan balik lagi turun ke danau dan nginap di danau segara anak
Bermanjalah di sana...!
Nikmati Hot Spring Water tepat dibawah aliran tumpahan air danau menuju kokoq puteq yg merupakan sungai jalur torean.
Kalo hobi mancing boleh tuh persiapkan bawa pancing dari rumah.
Umpan yg terbaik adalah cacing.
Bisa di cari di sekitar sumber mata air di bawah danau dibawah aik kalaq (hot spring water).
Setelah puas bermanja di danau carilah jalur torean, Arah seperti mau naik ke plawangan sembalun kira kira 20 meter di belakang pos shelter yg di danau ada simpangan ke kiri, Itulah trek Torean..!

Bagaimana menuju ke pintu gerbang pendakian nya : 

Dari Bandara naik Damri ke Pool Damri di Sweta (tarif 25rb)

Dari Pool Damri jalan kaki ke arah utara kira2 300m menuju perempatan sweta

Dari perempatan sweta yg kearah utara itulah ada angkle (micro bus) menuju lombok utara (mungkin tanjung) dari tanjung lanjut bus micro yg kearah senaru

Tarifnya ngga tau tapi antara 20-30rb untuk tiap angkutan yg sy sebut

Yg enak cari barengan biar bisa carter caranya

Paling murah pick up

500rb untuk maksimal 10 pendaki

Jadi cuman 50rb/pendaki sekali jalan

Solusi lain lagi semoga saat dirimu ke Rinjani ada saya di lombok nanti tak bantu menuju basecamp Bro Jacky Potter Ariadi

Penimbung Water Fall
Air terjun tercantik dari total 3 air terjun yg saya jumpai di jalur ini Letaknya paling bawah.
Paling terakhir menjelang kita sampai di pos 1 jalur torean.

Rasakan Sendiri petualangan Mu ke Singgasana dan Taman Dewi Anjani
Buatlah pengalaman pertamamu ini sedikit berbeda dari para pendaki Rinjani yang rata rata mengawali pendakian dari sembalun dan mengakhirinya di Senaru
Buatlah cerita indah dan tentunya sedikit berbeda dari teman2 pendaki saat berkunjung ke Rinjani Bro Survival Rendezvous

Hihi

Jalur Suci Menuju Rinjani

Semoga membantu Bro Survival Rendezvous

Di kutip dari percakapan di wall facebook medio april 2016

SEKILAS PENGANTAR ILMU SURVIVAL : ADAPTASI

BERADAPTASI

Konsep bertahan hidup itu mudah alias simpel. yaitu dengan menggunakan NALURI dalam ber-ADAPTASI.

ADAPTASI adalah kemampuan yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta kepada Makhluk nya yang bernyawa, tujuannya agar iya Mampu bertahan Hidup atai Hidup di berbagai kondisi dan situasi.

Entah manusia, hewan, tumbuhan semua mempunyai naluri untuk ber-adaptasi. Dalam konteks ke- Manusiaan, terkadang Naluri dalam ber-Adaptasi ini sring diaanggap " tidak bisa " beradaptasi, padahal keliru.

Sebenarnya ber-Adaptasi itu harus didukung oleh keputusan untuk melakukannya atau tidak...Seringkali terjebak dalam kata ini.

Akhirnya, yang mampu ber-adaptasi adalah mereka yang sanggup Memberikan Keputusan Diri untuk beradaptasi atau tidak. Kalo " ya " mereka bisa Survive tapi kalo " tidak " ya kemungkinan bisa survive itu karena pertolongan dr pihak lain ( bukan diri sendiri ) pastinya..

Ditulis oleh seorang sahabat : Firdaus Rahmansyah.

SURVIVAL FOODS AND SUPPLIES

SURVIVAL FOOD AND SUPPLIES :
Salah satu pilihan makanan yg dapat kita temukan apabila kita beruntung adalah ular...ada berbagai macam jenis ular di alam terbuka. Saya menyarankan untuk tidak ceroboh dalam menangani ular. Pastikan kita sdh mengenal jenis ular yg akan kita tangkap. Lakukan identifikasi dengan benar apakah ular itu berbisa atau tidak.... jangan mengambil resiko bila anda tidak mengetahui jenis ular apa yg anda hadapi..lebih baik cari makanan yg lain dan tinggalkan ular tersebut.. saran terbaik untuk ular yg dapat di makan dalam keadaan darurat adalah jenis ular phyton dan keluargannya...untuk mengolah bahan makanan ini sebaiknya ular tersebut dipotong bagian kepalanya dan ekornya, belah perutnya dan bersihkan  setelah itu panggang di atas api.... sekiranya anda yakin dagingnya sdh cukup matang anda dapat menyantap nya... ingat ini hanya untuk keadaan darurat saja apabila terdesak... tetap jaga keseimbangan ekosistem hutan agar tidak terganggu... sekali lagi saya mengingatkan agar selalu ada pendampingan dari orang yg berkompeten dalam melakukan latihan jungle survival...berlatih dan teruslah berlatih untuk bersiap menghadapi segala situasi yg tidak menentu yg mungkin kita hadapi... salam rimba nusantara  #survivaleveningclass #foodandsupplies

Minggu, 24 April 2016

SEKILAS PENGANTAR ILMU JUNGLE SURVIVAL : PSIKOLOGI SURVIVAL

PSIKOLOGI SURVIVAL
Pada saat dalam kondisi survival Anda akan menghadapi banyak tekanan mental maupun fisik di lingkungan tempat kita harus bertahan hidup yang pada akhirnya akan mempengaruhi pikiran Anda. Tekanan ini dapat mengganggu pikiran dan emosi, yang jika kurang dipahami, dapat mengubah rasa percaya diri yang kita miliki menjadi hilang dan akan berubah menjadi orang yang ragu-ragu serta menjadi individu yg tidak efektif dalam setiap gerak dan keputusan yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan kita untuk dapat bertahan hidup. Jadi, Anda harus menyadari dan harus dapat mengenali bahwa orang-orang yang tertekan dan gelisah pada situasi tertentu umumnya terkait dengan kekurangmampuannya dalam dalam menguasai teknik bertahan hidup. Hal ini sangat penting untuk disadari sebagai reaksi Anda terhadap berbagai macam tekanan yang berhubungan dengan kondisi bertahan hidup (survival). #survivaleveningclass #phsicologysurvival

SURVIVAL TOOLS : PISAU DAN TALI

SURVIVAL TOOLS : ROPE AND KNIFE
Dalam sebuah perjalanan menempuh rimba, setidaknya kita wajib membekali diri dengan peralatan dan perlengkapan yang cukup bisa kita andalkan ketika kita harus menghadapi kondisi yg tidak menentu atau situasi yg mengharuskan kita melakukan prosedur survival..salah satu atau dua benda yang sangat penting yg wajib kita bawa adalah pisau dan tali...untuk memilih pisau yg akan kita jadikan teman perjalanan itu tergantung pilihan kita sesuai dengan kebiasaan kita masing masing. Seutas tali prusik dengan diameter 0,2 - 0,5 dengan panjang yg cukup dapat membantu kita untuk menghadapi situasi survival. Kedua benda tersebut dapat kita pergunakan dengan berbagai impovisasi seperti untuk membuat api, mencari makan dengan membuat jerat dan alat tangkap hewan buruan, membuat shelter dan hal hal yg mungkin kita perlukan dalam situasi survival. Tetapi yang paling penting dari semua hal tersebut adalah penguasaan keterampilan dasar/basic skill tentang cara cara bertahan hidup di hutan. Tanpa itu peralatan dan kelengapan yg canggih pun belum dapat menjadi jaminan untuk dapat selamat melewati masa masa survival... berlatih dan terus berlatih adalah cara yang paling baik untuk menghadapi segala situasi terburuk yang mungkin akan kita hadapi.... salam rimba nusantara #survivaleveningclass #toolsandbasicskill

Sabtu, 16 April 2016

KEPUHUNAN - mitos budaya lokal yang menjadi kekayaan budaya nusantara

Coba saya artikan sepengetahuan saya ,KEPUHUNAN (dialek Banjar dibaca kepohonan) kepercayaan masyarakat lokal yang hanya di temui dikehidupan masyarakat kalimantan sehari hari (saya belum menemukan hal atau kepercayaan ini di luar pulau kalimantan) yaitu bahwa ketika seseorang ditawarkan makanan, sebaiknya pihak yang ditawarkan haruslah “nyantap” atau mencicipi secuil sedikit makanan yang ditawarkan tersebut. Jika tidak dilakukan orang, maka diyakini akan terjadi sesuatu yang buruk akan menimpa orang yang tidak nyantap tersebut. Sesuatu yang buruk yang dimaksud mungkin berupa kecelakaan, musibah, atau dihubungkan dengan gangguan atau “penampakan” makhluk halus.

Terutamanya makanan atau minuman yang sangat bertuah dan “wajib” disantap berupa ketan, nasi kuning, dan kopi. Tetapi menurut keyakinan lokal, tetap… hampir semua makanan bisa mengakibatkan “kepuhunan”. Pada prakteknya, penduduk lokal otomatis akan menawarkan makanan yang akan dia makan, dan yang ditawari “harus” nyantap (mencicipi) sedikit makanan yang ditawarkan tersebut. Jika makanan yang ada tersedia cukup banyak, jika kita suka, kita bisa mengambil sepotong dua atau yahhh… seperti bertamu biasanya…. Jika kita tidak ingin makan karena sesuatu hal, maka kita bisa “nyantap” saja. Misalnya si A sedang makan pisang goreng, didekatnya ada si B, maka sebelum menggigit si A akan menawarkan si B untuk “nyantap”. Maka si B akan mencuil sedikit (benar-benar secuil bahkan tidak akan terasa dilidah, karena hanya untuk menghindari kepuhunan tersebut) pisang goreng tersebut.

Masyarakat modern menilai hal ini sebagai tidak ilmiah, irrasional, atau tahyul. Meskipun kadang hal ini benar terjadi. Berkaitan dengan “kepuhunan” ini, suatu saat mertua saya bercerita tentang kecelakaan yang mengakibatkan vespa nya hancur, hingga mesinnya terbelah. Menurut dia, itu terjadi selepas pulang bertamu, disuguhi kopi, dan dia tidak “nyantap”. Maka terjadilah “kepuhunan” itu. Bahkan dia dengan penuh semangat menceritakan beberapa kejadian lain yang sejenis, yang berhubungan sengan “kepuhunan”

Sadar atau tidak sadar, kadang mitos dan kepercayaan masyarakat lokal, sarat akan kearifan lokal. Mengandung unsur-unsur keharmonisan antar sesama manusia dan manusia dengan alam lingkungannya. Saya mengulas hal ini semata-mata hanya ingin “memotret” budaya kepercayaan masyarakat lokal di  Kalimantan. Saya rasa tidak perlu dipertentangkan dengan nilai-nilai lain, biarlah budaya lokal ini menjadi kekayaan budaya nusantara.

Salam lestari

Jumat, 15 April 2016

MANAGEMEN PERJALANAN



Perjalanan yang akan dilakukan harus dipersiapkan dengan matang. Persiapan ini sangat berguna bagi petualang karena akan mengurangi resiko yang mungkin timbul dalam perjalanan. Sudah sangat sering kita mendengar seseorang atau sekelompok orang meninggal dalam suatu petualangan hanya karena manajemen perjalanan yang kurang baik.


Keinginan untuk berpetualang di alam terbuka menyebabkan para penggiatnya melakukan berbagai kegiatan petualangan dan perjalanan, mulai dari pendakian gunung, penyusuran pantai, pengarungan sungai berarus deras, panjat tebing, penelusuran gua sampai dengan perjalanan besar yang sering disebut ekspedisi. Berbagai tujuan melandasi perjalanan tersebut, mulai perjalanan eksplorasi, survei, maupun hanya sekedar jalan-jalan. Semua jenis perjalanan tersebut memerlukan persiapan yang baik, mengingat kondisi alam yang apabila tidak dapat kita atasi dengan baik akan membawa kita pada keadaan yang membahayakan jiwa. Dalam upaya mengatasi kondisi alam yang selalu berubah itu, sebelum melakukan suatu perjalanan kita wajib melakukan perencanaan yang matang. Sangat konyol bila dalam melakukan petualangan dengan alasan gagah-gagahan ataupun modal nekad dengan mengesampingkan manajemen perjalanan.


Suatu manajemen perjalanan menunjukkan hubungan yang selaras antara persiapan, perjalanan dan perlengkapan serta kesehatan. Artinya dengan persiapan yang matang dan memperhatikan perlengkapan maka seseorang pelaku perjalanan atau petualang akan lebih dapat menikmati perjalanan tersebut, dan juga tidak akan merepotkan rekan satu tim. Apalagi dengan kondisi kesehatan yang menunjang selama perjalanan. Sebab tidak tertutup kemungkinan karena alas an kesehatan perjalanan dihentikan.


Perencanaan Kegiatan
Ketika anda memutuskan untuk melakukan perjalanan dalam suatu kegiatan, tentu anda seharusnya mempersiapkan segala sesuatunya secara matang, baik personil, logistik, perlengkapan maupun pengetahuan medan .Ketika anda merencanakan untuk kegiatan keluar, tentu anda juga akan menyiapkan tim yang ideal dan solid menurut anda, dan anda tahu betul kemampuannya. Perbekalan dan peralatan yang cukup juga situasi medan dan route yang akan anda lalui, kemudian anda siap untuk melakukan perjalanan. Bahaya tentu saja akan selalu ada baik itu dari anda dan tim anda yang menyangkut kesiapan perlengkapan dan peralatan tim maupun pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki tim dalam melakukan perjalanan. Bahaya dari luar akan selalu ada, tergantung kesiapan tim dan kesolitan tim dalam menghadapinya. Mental akan sangat berpengaruh dalam perjalanan anda.


Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari informasi. Untuk mendapatkan data-data kita dapat memperoleh dari literatur- literatur yang berupa buku-buku atau artikel-artikel yang kita butuhkan atau dari orang-orang yang pernah melakukan pendakian pada objek yang akan kita tuju. Tidak salah juga bila meminta informasi dari penduduk setempat atau siapa saja yang mengerti tentang gambaran medan lokasi yang akan kita daki.


Selanjutnya buatlah ROP (Rencana Operasi Perjalanan). Buatlah perencanaan secara detail dan rinci, yang berisi tentang daerah mana yang dituju, berapa lama kegiatan berlangsung, perlengkapan apa saja yang dibutuhkan, makanan yang perlu dibawa, perkiraan biaya perjalanan, bagaimana mencapai daerah tersebut, serta prosedur pengurusan ijin mendaki di daerah tersebut. Lalu buatlah ROP secara teliti dan sedetail mungkin, mulai dari rincian waktu sebelum kegiatan sampai dengan setelah kegiatan. Aturlah pembagian job dengan anggota pendaki yang lain (satu kelompok), tentukan kapan waktu makan, kapan harus istirahat, dan sebagainya
Untuk merencanakan suatu kegiatan ke alam bebas harus ada persiapan dan penyusunan secara matang. ada rumusan yang umum digunakan yaitu 4W & 1 H, yang kepanjangannya adalah Where, Who, Why, When dan How. Berikut ini aplikasi dari rumusan tersebut :


1. Where (Dimana), untuk melakukan suatu kegiatan alam kita harus mengetahui dimana yang akan kita digunakan
2. Who (Siapa), apakah anda akan melakukan kegiatan alam tersebut sendiri atau dengan berkelompok, siapa yang menjadi leader atau mengetahui kemampuan diri dll.
3. Why (Mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang dan bisa bermacam-macam jawaban.
4. When (Kapan) waktu pelaksanaan Kegiatan tersebut, berapa lama?.
5. How/Bagaimana merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut :
• Bagaimana kondisi Tempat
• Bagaimana cuaca disana
• Bagaimana perizinannya
• Bagaimana mendapatkan air
• Bagaimana pengaturan tugas panitia
• Bagaimana materi yang disampaikan.


Dari Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun Rencana Kegiatan yang didalamnya mencakup rincian
1. Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi basecamp panitia, pembagian waktu dan sebagainya.
2. Pengurusan perizinan (Kepolisian, Kepala Sekolah, Orang Tua, Kepala Desa Setempat)
3. Pembagian tugas panitia
4. Penyusunan Rencana Kegiatan
5. Perencanaan kebutuhan peralatan, perlengkapan dan Transportasi.
6. Dll.


Dan yang tidak kalah pentingnya adalah anda akan mendapatkan point-point bagi kalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut.
Faktor Perencanaan Perjalanan


1. Faktor Alam
Mencakup pemahaman mengenai lokasi tujuan, medan yang akan ditempuh, iklim di daerah yang akan dituju, dan hal lain yang berkaitan dengan lingkungan. Pengantisipasian hal ini adalah dengan melakukan studi literatur yang baik, analisis peta, pengumpulan informasi dari pemerintah setempat.


2. Faktor Peserta
Merupakan hal yang berhubungan dengan personil peserta perjalanan, mencakup pemilihan personil, leader, hierarki, diskripsi kerja dan tanggung jawab masing-masing, serta kemampuan setiap peserta perjalanan.


3. Faktor Penyelenggaraan
Mencakup faktor teknis, non teknis, serta semi teknis.
• Faktor teknis
Berhubungan langsung dengan tingkat kesulitan medan. Beberapa hal yang termasuk didalamnya yaitu penyiapan kemampuan personil, skenario dan sistem operasi, sistem pendokumentasian, serta hal yang berkaitan dengan masalah safety.
• Faktor non teknis
Daya dukung operasi yang tidak berhubungan dengan tingkat kesulitan medan. Mencakup masalah administrasi organisasi dan pendukung operasi global.
• Faktor semi teknis
Faktor ini hanya terdapat dalam ekspedisi-ekspedisi besar dan kompleks. Berhubungan langsung dengan tingkat kesulitan medan tapi bersifat non teknis. Misalnya masalah komunikasi, base camp team, advance-team, take in & out team, rescue team, dsb.


Intinya dalam perencanaan pendakian, hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
o Mendapatkan informasi yang lengkap tentang daerah yang mau dituju (medan, panjang rute, sumber air,dll)
o Mengenali kegiatan pokok yang akan ditempuh (bergerak, makan, tidur, penelitian, dll)
o Lama perjalanan
o Tujuan perjalanan
o Mengenali kemampuan diri dalam tim dalam menghadapi medan.
o Teliti rencana pendakian dan rute yang akan ditempuh secermat mungkin.
o Pikirkan waktu yang digunakan dalam pendakian.
o Periksa segala perlengkapan yang akan dibawa.
o Keterbatasan kita dalam membawa barang
o Dll


Persiapan
Persiapan umum untuk mendaki gunung antara lain kesiapan mental, fisik, etika, pengetahuan dan ketrampilan.
1. Kesiapan mental.
Mental amat berpengaruh, karena jika mentalnya sedang fit, maka fisik pun akan fit, tetapi bisa saja terjadi sebaliknya.
2. Kesiapan fisik.
Beberapa latihan fisik yang perlu kita lakukan, misalnya : Stretching /perenggangan [sebelum dan sesudah melakukan aktifitas olahraga, lakukanlah perenggangan, agar tubuh kita dapat terlatih kelenturannya]. Jogging ( lari pelan-pelan ) Lama waktu dan jarak sesuai dengan kemampuan kita, tetapi waktu, jarak dan kecepatan selalu kita tambah dari waktu sebelumnya. Latihan lainnya bisa saja sit-up, push-up dan pull-up Lakukan sesuai kemampuan kita dan tambahlah porsinya melebihi porsi sebelumnya.


3. Kesiapan administrasi.
Mempersiapkan seluruh prosedur yang dibutuhkan untuk perijinan memasuki kawasan yang akan dituju.
4. Kesiapan pengetahuan dan ketrampilan.
Pengetahuan untuk dapat hidup di alam bebas. Kemampuan minimal yang perlu bagi pendaki adalah pengetahuan tentang navigasi darat, survival serta EMC [emergency medical care] praktis.


Perlengkapan
Secara umum peralatan dapat kita bagi menjadi :
1. Peralatan dasar, yaitu peralatan yang selalu kita perlukan setiap saat seperti pakaian, peralatan memasak dan makan/minum peralatan MCK dan perlengkapan pribadi.
2. Peralatan khusus, yaitu peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan medan perjalanan atau tujuan perjalanan apakah untuk penelitian, dokumentasi, pemanjatan tebing dan sebagainya.
3. Peralatan tambahan, yang bisa dibawa atau tidak dan lebih kepada hal-hal kenyamanan


Perlengkapan Dasar
Ransel / carrier.
Perlengkapan jalan :
o Sepatu
o Kaos kaki
o Celana lapangan
o Ikat pinggang
o Baju lapangan
o Jaket
o Topi
o Jas hujan
o Dll


• Alat bantu perlengkapan jalan
o Peralatan navigasi
Kompas, peta, penggaris segitiga, busur derajat, pensil, dll.
o Lampu Senter
Dengan bola lampu dan baterai cadangan
o Pisau
Pisau saku serbaguna (multi blade) seperti Victorinox, pisau pinggang, golok tebas
o Peluit
o Survival kit:
Alat menjahit, tali sepatu cadangan, korek api, gunting kecil, perlengkapan p3k, alat pancing, alat jerat, dll
o Jam tangan
o Dll


• Perlengkapan tidur :
o Sepasang pakaian tidur
o Kaus kaki tebal
o Matras
o Sleeping bag
o Sarung tangan
o Kupluk/balaklava
o Ponco
o Dll


• Perlengkapan masak dan makan:
o Kompor lapangan
o Bahan bakar
o Tempat memasak
o Wadah air
o Pematik/pembuat api
o Alat makan/minum.


• Perlengkapan pribadi :
o Jarum, benang, kancing
o Peralatan ibadah
o Alat tulis/dokumentasi
o Obat pribadi
o Tempat minum
o Peralatan mandi
o Tissue
o Dll


Peralatan Khusus
Peralatan kusus berkaitan dengan medan dan tujuan perjalanan. Bila akan mengadakan kegiatan pendakian tebing harus membawa tali static dan dinamic, harnes, dsb.
Bila akan mengadakan arung sungai kita harus membawa peralatan pengarungan. Untuk kegiatan dokumentasi kita harus menyiapkan peralatan dokumentasi.


Peralatan Tambahan
Peralatan ini tiadak harus dibawa namun untuk kenyamanan ada baiknya disertakan :
• Putis, Pembalut betis agar otot-ototnya tetap fit
• Gaiter, Melindungi kaki dari pacet, duri, dan mencegah sepatu kemasukan pasir
• Kelambu, Melindungi dari nyamuk dan lebah
• Semir sepatu
• dll


Packing
Sebelum melakukan kegiatan kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam Carier atau backpack. Packing adalah pengepakan barang-barang yang sudah terdata dan pasti akan dimasukkan kedalam carier. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan. Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :


• Pada saat carier dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan pendakian kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, bayangkan jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak, dan anda menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang. Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung. Barang-barang yang relatif lebih ringan (sleeping bag, pakaian tidur) ditempatkan dibagian bawah
• Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya. Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut
• Kelompokkan barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk mempermudah pengorganisasiannya. Misal : alat mandi ditaruh dalam satu kantung plastik.
• Maksimalkan tempat yang ada, misalkan nesting (panci serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam ransel, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur.
• Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat / jas hujan pada bagian atas cerier / ransel.
• Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar ransel, karena menggantungkan barang diluar ransel akan mengganggu perjalanan anda karena tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking ke dalam ransel.


Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.


Perencanaan Perbekalan
Dalam perencanaan perjalanan, perencanaan perbekalan merupakan salah satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus. Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
Lamanya perjalanan yang akan dilakukan
Aktifitas apa saja yang akan dilakukan
Keadaaan medan yang akan dihadapi (terjal, sering hujan, dsb)
Sehubungan dengan keadaan diatas, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam merencanakan perjalanan:
• Cukup mengandung kalori dan mempunyai komposisi gizi yang memadai.
• Terlindung dari kerusakan, tahan lama, dan mudah menanganinya.
• Sebaiknya makanan yang siap saji atau tidak perlu dimasak terlalu lama, irit air dan bahan bakar.
• Ringan, mudah didapat
• Jenis dan rasa yang vareatif
• Dll
x

DELANG - KECAMATAN WISATA






Kecamatan Delang merupakan salah satu dari 8 kecamatan di Kab.Lamandau Provinsi KALIMANTAN Tengah yang memiliki daya tarik bagi para wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, karena pesona alam dan budayanya. Dengan alamnya yang masih natural dan budayanya yang masih kental, Delang menjadi begitu berbeda dan menyiratkan keunikan sendiri. 


Oleh karenanya, Bupati Lamandau Ir. Marukan, MAP mengeluarkan keputusan tentang penetapan Kecamatan Delang sebagai Tujuan Wisata Alam dan Budaya. Momentum ini bersamaan dengan peresmian Desa Hulu JoJabo di Kecamatan Delang (Rabu, 22 April 2015) yang juga dihadiri Ketua DPRD Kab.Lamandau, Unsur FKPD, Wakil Bupati Lamandau, Kepala SKPD, dan Seluruh Perangkat se-Kecamatan Delang beserta masyarakat setempat.


Dengan ditetapkannya Delang sebagai Tujuan Wisata Alam dan Budaya membawa angin segar bagi masyarakat Kab.Lamandau khususnya Kecamatan Delang, karena akan membawa pengaruh positif bagi berkembangnya perekonomian masyarakat Kecamatan Delang pada khususnya dan Kab.Lamandau pada umumnya.


Sebagaimana diketahui, Kecamatan Delang merupakan pintu gerbang jalan trans KALIMANTAN yang posisinya berbatasan dengan Provinsi KALIMANTAN Barat, yang selanjutnya menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara.


Kecamatan Delang terdiri dari 10 desa dan 1 kelurahan, yaitu Desa Riam Penahan, Desa Sepoyu, Desa Riam Tinggi, Desa Landau Kantu, Desa Nyalang, Desa Lopus, Desa Kubung, Desa Sekombulan, Kelurahan Kudangan, Desa Penyombaan, dan Desa Hulu Jojabo.


Kecamatan Delang dapat ditempuh melalui jalan darat dari Nanga Bulik ibukota Kab.Lamandau sekitar 3 jam. Kemudian akses jalan darat dari Nanga Bulik ke Palangka Raya ibukota Provinsi Kalimantan Tengah sekitar 10 jam atau melewati penerbangan yang terlebih dahulu menempuh perjalanan darat sekitar 1,5 jam dari Nanga Bulik ke Pangkalan Bun. Dari Pangkalan Bun bisa juga untuk akses keluar provinsi melewati penerbangan dengan tujuan Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo, dan Banjarmasin.


Adapun pesona destinasi wisata yang dimiliki Delang antara lain Bukit Sebayan yang merupakan Surga bagi penduduknya yang menganut Kaharingan, Silikan (Air Terjun) Muhur, Silikan Berunut, Silikan Hangilipan, Rumah Betang di Kaki Bukit Sebayan, Air Terjun Kakap Pompinggis dan Kakap Kelelawar, Rumah Betang Ojung Batu, Rumah Betang Rumbang Pirak, Rumah Betang Bintang Timur, Air Terjun Tambai, Silingan Torap, Rumah Betang Lopus, Sandung Burung Laut, Silingan Garung, serta upacara adat seperti Babukung, Tiwah dan Ritual Adat Babantan Laman.

Keselamatan dalam Kegiatan Pendakian : Sinergitas antar Pendaki dan Pengelola Jalur Pendakian

Keselamatan dalam Kegiatan Pendakian : Sinergitas antar Pendaki dan Pengelola Jalur Pendakian Sejak Boming nya Film 5 Cm, geliat akt...