 |
| Bukit Belungai dari kejauhan dengan Jembatan Tayan dihadapannya |
Bukit Belungai, Sebuah kawasan Hutan perbukitan yang secara administratif masuk kedalam wilayah Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau di provinsi Kalimantan Barat. Bukit Belungai memiliki puncak dengan ketinggian kurang lebih 713 Meter diatas permukaan laut. walau tidak terlalu tinggi, bukit Belungai menyimpan potensi wisata alam yang dapat dikembangkan dan dapat dijadikan sebagai kawasan tujuan wisata kegiatan alam terbuka. Bagi anda yang gemar dengan aktivitas Camping atau pun Hiking, Bukit Belungai tergolong cocok sebagai tempat penyaluran hobby tersebut. Medan pendakian menuju puncaknyapun tidak terlalu sulit untuk ditempuh.
Pada Hari hari libur biasanya kita bisa menemui rombongan pelajar yang sengaja menghabiskan waktu liburan mereka dengan kegiatan Camping atau pun Hiking di Kawasan hutan Perbukitan Belungai ini.
Berawal dari pertemanan disebuah jejaring media sosial, saya mendapat kesempatan untuk dapat bergabung dengan para sahabat dari bagian barat pulau kalimantan. dari obrolan iseng, kami kemudian merencanakan sebuah trip pendakian santai yang diisi dengan kegiatan penanaman pohon di kawasan hutan desa Balai Belungai.
 |
Persiapan sembari beristirahat disalah satu
ruang istirahat karyawan Alfamart simpang Sosok |
Sesuai dengan rencana, seluruh peserta trip yang berasal dari berbagai daerah akan berkumpul di Tayan. mereka ada yang berdomisili di kota Pontianak, ada yang datang dari wilayah kabupaten Sanggau, Ketapang dan saya sendiri dari Provinsi Kaliamantan Tengah.
Kami bertemu dan berkumpul untuk persiapan disalah satu Mart (Alfa Mart) dan suatu keberuntungan bagi kami dapat diijinkan untuk bermalam diruang Karyawan Toko Alfa Mart.
Kami yang pada awalnya belum pernah bertemu muka satu sama lainya membaur dalam keakraban penuh canda tawa dan cerita . tak ada perasaan canggung diantara kami. begitulah tipikal pergaulan para penggiat alam terbuka ketika baru bertemu.
 |
| Sarapan Pagi di Pasar Tradisonal Tayan |
Keesokan paginya setelah sarapan pagi kami mulai berkemas untuk menuju Desa Balai Belungai. Perjalanan dari Kawasan Simpang Ampar menuju Desa Balai Belungai kami tempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua. Desa Balai Belungai adalah desa yang menjadi pintu gerbang untuk memasuki jalur pendakian di kawasan hutan bukit Belungai.
Tepat Pukul sembilan Pagi, Kami yang berjumlah sembilan orang memulai perjalanan memasui kawasan hutan di kaki bukit. Kami juga miminta jasa kepada dua orang pemuda desa untuk dapat menjadi pemandu perjalanan pendakian kami.
 |
| Kegiatan penanaman pohon pelindung. |
Salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah melakukan penananam bibit pohon pohon pelindung dibeberapa titik disepanjang jalur pendakian. Kebetulan teman teman dari Kota Pontianak mendapatkan bantuan bibit pohon pelindung dari Dinas Kehutan Kota Pontianak.Walau pun bibit pohon yang kami bawa tak banyak, kami berharap apa yang kami lakukan ini dapat berguna bagi lingkungan dikawasan Hutan Bukit Belungai.
 |
Beristirahat sambari bersenda gurau diselasela perjalanan
menjadi cara yang ampuh untuk mengembalikan semangat |
Setelah semua bibit pohon tertanam, kami pelan pelan melanjutkan perjalan kami menuju Puncak Bukit, Sesekali Kami berhenti untuk beristirahat. Kami pun berkesempatan untuk mandi dan membersihkan diri sekaligus mendinginkan suhu tubuk kami disalah satu aliran sungai kecil yang berair jernih di salah satu lembah perbukitan Belungai ini.
Walau pun dengan langkah yang agak lambat, karena semakin keatas jalur yang ada dihadapan kami semakin terjal. Terkadang kami harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menyibak semak semak dan ranting serta dahan pohon kayu yang menutupi jalan kami.
Tepat Pukul empat sore, saya menjadi orang pertama yang mencapai puncak bukit Belungai, disusul dengan beberapa teman dibelakang saya. sebagian lagi masih tertinggal jauh. Saya segera mempersiapkan kayu untuk api unggun kami pada saat malam. dibantu oleh dua orang pemuda desa yang menjadi pemandu kami, mereka mempersiapkan lokasi untuk mendirikan tenda di sekitar Patok Trianggulasi yang terdapat tepat di tengah tengah camping ground di puncak Bukit Belungai.
 |
| Menu Makan Malam minus Garam. |
ketika hari semakin gelap, sembari beristirahat, kami bersama sama mempersiapkan makan malam dengan menu seadanya. Ada Cerita lucu dari Perjalanan Kami kali ini yaitu kami tidak membawa bekal garam, gula dan Kopi atau teh karena salah komunikasi ketika persiapan belanja pada pagi hari nya. walaupun begitu kejadian ini tidak merusak suasana keakraban kami, malah menjadi suatu pengalaman manis kami bersama.
setah makan malam pun acara kami lanjutkan dengan ngobrol dan bercerita sembari sesekali terdengar satu dua orang teman curhat tentang kehidupannya masing masing.
Walaupun ditengah cuaca malam yang pada waktu itu tak bersahabat, Hujan Mulai Turun dengan angin yang cukup kencang namun kami masih dapat menikmati istirahat malam kami dengan hangat.
 |
| Pagi Di Puncak Belungai |
Keesokan harinya setelah bangun pagi, kami mulai berbagi tugas kembali, ada yang mengemas kembali tenda tenda dan sebagian mempersiapkan sarapan pagi dengan sisa sisa logistik seadanya. Pagi Hari tanpa Kopi memang agak terasa sedikit berbeda. Semua sisa sisa logistik kami kumpulkan untuk diolah menjadi sarapan pagi yang seadanya. Air Minum pun hampir tak bersisa. Namun tak mengurangi keceriaan kami, terkadang terdengar celotehan celotehan dari beberapa teman yang bikin kami tertawa sambil senyum senyum..
sungguh menjadi suatu cerita yang
penuh kenangan dari para sahabat yang berjiwa petualang. apapun situasinya kami selalu tenang dan santai untuk menyikapi segala sesuatu yang terjadi di luar perhitungan kami.
Semoga Kami masih diberi kesempatan untuk kembali bersama berkumpul dalam petualangan petualang selanjutnya.
PERSAHABATAN TERJALIN, PERSAUDARAAN TERENGKUH, BERSAMA MENGUKIR CINTA KEPADA ALAM
#PI BORNEO RAYA