Minggu, 14 Februari 2016

NAVIGASI DARAT

TEKNIK DASAR NAVIGASI DARAT

PENDAHULUAN
Sebagai penggiat kegiatan alam bebas, pengetahuan tentang medan merupakan sebuah modal yang harus dimiliki. Pengetahuan penguasaan medan akan mempermudah kita untuk mencapai tujuan dan target tertentu dalam berkegiatan di alam bebas. Selain itu penguasaan medan ini juga dapat berguna dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Untuk pelaksanaan tugas SAR, evakuasi, dll. Pengetahuan tentang medan ini antara lain meliputi survival, teknik hidup di alam bebas, dan navigasi darat. Selain mungkin ada bebarapa materi pendukung seperti perencanaan perjalanan, kesehatan perjalanan, komunikasi lapangan, pengetahuan geologi, pengetahuan lingkungan, dll.
Navigasi darat adalah ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi. Bahkan seorang jago navigasi yang tidak pernah berlatih dalam jangka waktu lama, dapat mengurangi kepekaannya dalam menerjemahkan tanda-tanda di peta ke medan sebenarnya, atau menerjemahkan tanda-tanda medan ke dalam peta. Untuk itu, latihan sesering mungkin akan membantu kita untuk dapat mengasah kepekaan, dan pada akhirnya navigasi darat yang telah kita pelajari menjadi bermanfaat untuk kita dan orang lain.

DEFINISI
Navigasi Darat adalah suatu tekhnik untuk menentukan kedudukan suatu tempat dan arah lintasan perjalanan secara tepat baik di medan sebenarnya maupun pada peta, ssedangkan personil yang menggunakannya disebut NAVIGATOR. Berkaitan dengan pengertian tersebut, pemahaman tentang kompas dan peta serta cara penggunaannya mutlak harus dikuasai.
Pada prinsipnya navigasi adalah cara menentukan arah dan posisi, yaitu arah yang akan dituju dan posisi keberadaan navigator berada di medan sebenarnya yang diproyeksikan pada peta. Kunci pemahaman navigasi hanya 2 macam, yaitu :
1. Mampu merekam dan membaca gambar permukaan fisik bumi
2. Mampu menggunakan peralatan pedoman arah.
Alat yang diperlukan untuk melakukan Navigasi Darat, antara lain :
Peta – Kompas – Altimeter – Protaktor – Alat Tulis – Penggaris.

I. PETA
A. PENGERTIAN
Peta merupakan penggambaran dua dimensi sebagian atau seluruh permukaan fisik bumi pada bidang datar dari yang dilihat dari atas, dan diperkecil atau diperbesar dengan perbandingan tertentu yang disebut kedar / skala.
Peta yang diperlukan untuk keperluan navigasi darat adalah peta topografi atau peta rupa bumi atau peta kontur dengan skala sedang. Peta topografi memetakan tempat-tempat di permukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur, dengan satu garis kontur mewakili satu titik ketinggian.
Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5 m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.

B. JENIS-JENIS PETA
Dengan kemajuan teknologi, seluruh wujud fisik muka bumi ini dapat kita pelajari dengan seksama dari peta sesuai dengan banyaknya data dan informasi yang disajikan (berdasarkan luas daerah yang tergambar) maka peta dapat dibedakan menurut :
1. INFORMASI
Menurut informasi atau isinya peta dibedakan menjadi :
A. Peta Geografis
Peta Geografis (Geo=Bumi, Grafos=Catatan) menyajikan gambaran dari seluruh permukaan fisik bumi ini, seperti Atlas Globe.
B. Peta Topografi
Menyajikan gambaran-gambaran proyeksi dari bagian-bagian permukaan bumi, seperti peta Indonesia, peta G.Burangrang. Peta ini berskala 1:25000 – 1:250000.

C. Peta Tekhnis
Menyajikan gambaran proyeksi permukaan fisik bumi unntuk menunjang kebutuhan-kebutuhan tekhnik tertentu, seperti peta tekhnis jaringa jalan raya, jaringan rel KA. Peta ini berskala antara 1:25000.
D. Peta Tematik
Menyajikan data dan informasi yang mempunyai tema (topik) tertentu sehubungan dengan kedudukan geografi-nya, sebagai contoh peta distribusi peluru kendali AS, peta kepadatan penduduk di Indonesia, peta lahan pertanian.
E. Foto Udara
Peta yang memberikan gambaran yang aktual dari permukaan bumi.
2. SKALA
Penggolongan peta berdasarkan skala ini dibedakan menjadi peta skala besar, skala menengah dan skala kecil, yaitu sebagai berikut :
A. Peta Skala Besar ( 1 : 1.000 s/d 1 : 25.000 )
B. Peta Skala Sedang ( 1 : 25.000 s/d 1 : 50.000 )
C. Peta Skala Kecil ( 1 : 50.000 s/d 1: 500.000 atau lebih kecil lagi )
3. TUJUAN dan PENGGUNAAN PETA
– Untuk tujuan militer, contoh : peta strategis 1 : 500.000, peta taktis 1 : 25.000, peta penerjunan 1 : 10.000 dan lain sebagainya
– Untuk tujuan pembangunan, contoh : peta pengenalan wilayah, peta pra-rencana, peta rencana, peta studi kelayakan dan lain-lain.

4. LUAS DAERAH
Menurut luas cakupan daerah yang dipetakan, contoh : peta Desa, peta kecamatan, peta kabupaten, dsb.

5. PROYEKSI
Proyeksi peta adalah suatu teknik pemindahan gambar peta ke berbagai macam bentuk peta. Proyeksi yang biasa digunakan, contoh peta Proyeksi Polieder (terbitan Jantop Hindia Belanda), peta Proyeksi LCO (Lambert Conical Ortomorfik) terbitan sekutu, peta Proyeksi UTM (Universal Tranfer Mercator) atau sistem perpetaan yang digunakan secara Internasional dan peta Proyeksi lainnya.

C. BAGIAN-BAGIAN PETA

1. JUDUL PETA
Merupakan lokasi yang ditunjukkan oleh peta bersangkutan. Judul peta tertera di bagian atas tengah peta.

2. NOMOR PETA
Nomor peta merupakan nomor registrasi dari badan pembuat peta. Selain itu juga sebagai petunjuk apabila kita memerlukan peta daerah lain di sekitar daerah yang dipetakan tersebut. Nomor peta terdapat di sebelah kanan atas peta. Elemen pokok untuk mengidentifikasi peta adalah :
A. Nomor Seri Peta
B. Nomor Lembar Peta
C. Keterangan Edisi
Peta topografi di Indonesia, nomor seri peta dan lembar peta merupakan satu bagian dengan judul peta. Nomor seri peta merupakan identitas untuk daerah dan skala peta. Nomor edisi merupakan identitas kemutakhiran dari informasi yang disajikan pada peta.

3. TAHUN PETA
Menunjukkan tentang tahun pembuatan peta tersebut. Semakin baru tahun peta, maka data pada peta tersebut semakin akurat.

4. LEGENDA PETA
Memuat keterangan-keterangan pada peta yang berupa symbol / tanda, misalnya jalan, sungai, pemukiman, dll.

5. KARVAK
Yaitu Daerah tertentu di peta yang dibagi menjadi bagian berupa bujur sangkar.
Caranya :
1. Dua angka terakhir yang berada disebelah barat / kiri dari daerah / titik yang dimaksud
2. Dua angka terakhir yang berada di debelah selatan / bawah dari daerah atau titik yang dimaksud
3. Lembaran Peta selalu disebutkan lebih dahulu, diberi garis pemisah ( garis penghubung ), selanjutnya disebut bujur sangkar / KARVAK.

6. ARAH UTARA
I. Utara sebenarnya/True North : Arah utara yang ditunjukkan oleh garis meridian dan menuju ke kutub utara, atau pertemuan garis-garis meridian yang terdapat di kutub utara atau titik poros bumi.
II. Utara Magnetis/Magnetic North : Yaitu arah utara yang ditunjukkan oleh garis tangah jarum kompas, dan tujuannya ke kutub magnetis bumi, yaitu di pulau Ellesmere, Canada, daerah Greenland dan adanya hanya di kompas.
III. Utara Peta/Map North : Arah utara yang terdapat pada peta. Yaitu arah utara yang ditujukkan oleh garis tegak pada peta dan adanya hanya di peta.

7. KOORDINAT
Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Dalam menentukan Koordinat dilakukan diatas Peta dan bukan dilapangan. Penunjukannya dengan system Koordinat 6 atau 8 angka.
Peta Topografi selalu dibagi dalam kotak-kotak (karvak) untuk membantu menentukan posisi dipeta dalam hitungan koordinat. Untuk daerah yang luas dipakai penomoran 6 angka, dan untuk daerah yang lebih sempit dengan penomoran 8 angka. Koordinat ditentukan dengan sistem sumbu yaitu garis-garis yang saling berpotongan tegak lurus (garis bujur dan lintang).
Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu :
1. Koordinat Geografis (Geographical Coordinate)
Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit, detik dan second. Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3,71 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30″), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60″).
2. Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM)
sering disebut koordinat peta. Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (60 LU, 980 BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur. Sistem koordinat mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm pada Peta 1 : 50.000 dan 4 cm pada Peta 1 : 25.000. Karena itu untuk penentuan koordinat koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi sepuluh bagian (per 1 mm).
Dalam menunjukkan koordinat, disebutkan dari barat ke timur dan dari selatan ke utara, atau dengan kata lain garis tegak dan garis datar, cara menyebutkannya :
1. Sebut dahulu ► OBJEK
2. Sebutkan ► NOMOR LEMBAR PETA
3. Kemudian sebutkan ► KOORDINAT
5. SKALA PETA
Adalah perbandingan jarak antara 2 titik di peta dengan jarak mendatar (horizontal) antara 2 titik yang serupa di medan sebenarnya.
Rumus Dasarnya
Jarak Peta x Skala = Jarak Mendatar
Sifat Skala
– semakin besar angka dibelakang tanda ( : ), makin Kecil skala petanya.
– semakin kecil angka dibelakang tanda ( : ), makin Besar skala petanya.
Macam-macam Skala :
A. Skala Angka / Skala Pecahan
Contohnya seperti 1 : 1000 yang berarti 1 cm di peta sama dengan 1000 cm jarak aslinya di dunia nyata.
B. Skala Satuan
Misalnya seperti 1 inchi to 5 miles dengan arti 1 inch di peta adalah sama dengan 5 mil pada jarak sebenarnya.
C. Skala Garis
Skala garis menampilkan suatu garis dengan beberapa satuan jarak yang menyatakan suatu jarak pada tiap satuan jarak yang ada. Skala ini dibuat dalam bentuk garis horisontal yang memiliki panjang tertentu dan tiap ruas berukuran 1 cm/lebih untuk mewakili jarak tertentu yang diinginkan oleh pembuat peta.
Menyatakan skala
Dengan perkataan : 1 cm = 500 m
Dengan perbandingan : 1 : 50000
Dengan pecahan : 1 / 50000

7. CONTOUR – GARIS KETINGGIAN

Merupakan Garis Khayal di atas permukaan tanah yang menghubungkan titik-titik yang sama tingginya dan biasanya berkelok-kelok serta tertutup, atau garis yang menghubungkan titik – titik ketinggian yang sama dari permukaan laut dan digambarkan dengan warna Coklat di atas Peta (pada peta berwarna).
Dalam membaca Garis Ketinggian, yang perlu diperhatikan adalah mengetahui Sifat – Sifat dari Garis Ketinggian.
Macam-macam Garis Ketinggian antara lain :
1. Garis Ketinggian yang digambarkan Tipis.
2. Garis Ketinggian yang digambarkan Tebal
3. Garis Ketinggian yang digambarkan Terputus-Putus.
Maksud adanya garis ketinggian, yaitu :
1. untuk mengetahui tinggi suatu tempat dari permukaan air laut
2. untuk mengetahui bentuk medan yang sebenarnya.
Sifat – Sifat dari Garis Ketinggian
1. Garis Ketinggian satu dengan yang lainnya tidak saling berpotongan dan tidak bercabang.
2. Garis ketinggian pertama telah mempunyai harga yang paling tinggi (puncak).
3. Garis ketinggian yang lebih rendah selalu mengelilingi garis ketinggian yang lebih tinggi, kecuali daerah depresi / cekungan yang diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah, danau, dll.
4. Untuk daerah yang Landai, Garis Ketinggian akan saling berjauhan, sedangkan daerah Terjal mempunyai Contour yang saling berdekatan / rapat.
5. Garis ketinggian berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak merupakan Punggungan
6. Garis ketinggian yang berbentuk n yang ujungnya tajam menjorok mendekati kepuncak merupakan Lembahan. Kontur lembahan biasanya rapat dan terdapat sungai.
7. Pelana / Saddle, daerah lembah tidak terlalu dalam (landai), rendah dan sempit diantara dua garis ketinggian yang sama tingginya, tetapi terpisah antara satu dengan lainnya. Pelana yang terdapat diantara 2 gunung besar, disebut Pass.
8. Coll, daerah lembah yang dalam diantara 2 titik ketinggian.
9. Garis ketinggian ke-sepuluh (10) digambarkan lebih tebal, kecuali ditentukan lain.
10. Sungai, terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran.
11. Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas, begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk .
12. Interval garis kontur adalah skala : 2000
NB: ketentuan lain tersebut terdapat pada legenda peta

8. TITIK TRIANGULASI
Selain dari garis – garis ketinggian kita dapat pula mengetahui tingginya suatu tempat dengan pertolongan titik ketinggian. Titik ketinggian ini biasanya dinamakan Titik Triangulasi.
Titik Triangulasi adalah suatu titik atau tanda merupakan Pilar / Tonggak yang menyatakan Tinggi Mutlak suatu tempat dari permukaan Laut.
Titik Triangulasi ini digunakan oleh Jawatan Topografi untuk menentukan tinggi suatu tempat atau letak suatu tempat dalam pengukuran secara ilmu pasti pada waktu pembuatan peta.
TINGGI MUTLAK
1. Diukur dari permukaan Laut, merupakan Standarisasi pengukuran
2. Tinggi Mutlak digunakan untuk menentukan Tinggi Sebenarnya dari permukaan Laut.
TINGGI NISBI
Diukur dari tempat dimana benda itu berada, biasanya diukur dari permukaan tanah.

9. IKHTILAF – IKHTILAF
Karena pengaruh rotasi bumi, letak Kutub Magnetis bumi bergeser dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, untuk keperluan yang menuntut ketelitian perlu dipertimbangkan adanya deklinasi ( penyimpangan ), diantaranya ikhtilaf peta, ikhtilaf magnetis, ikhtilaf peta magnetis, dan variasi magnetis.
1. Ikhtilaf Peta
Ialah Sudut yang dibentuk oleh Utara Sebenarnya dengan Utara Peta, baik ke Barat maupun ke Timur. Yang jadi patokan adalah Utara Sebenarnya.
IP = US + UP
2. Ikhtilaf Magnetis
Ialah Sudut yang dibentuk oleh Utara Sebenarnya dengan Utara Magnetis, baik ke Barat maupun ke Timur. Yang jadi patokan adalah Utara Sebenarnya.
IM = US + UM
3. Ikhtilaf Utara Peta – Utara Magnetis ( Sudut Peta Magnetis )
Merupakan Sudut yang dibentuk oleh Utara Peta dengan Utara Magnetis, baik ke Barat maupun ke Timur. Yang jadi patokan adalah Utara Peta.
SPM = UP ± UM
Membaca Peta
Yang terpenting dalam bernavigasi adalah kemampuan membaca peta dan menginterpretasikan / membayangkan keadaaan medan sebenarnya, yang meliputi kemampuan membaca kontur, menentukan ketinggian tempat dengan pertolongan titik triangulasi dan kemampuan mengenal tanda-tanda medan. Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan.

VARIASI MAGNETIS
Ialah Perbedaan Ikhtilaf Magnetis pada waktu – waktu yang berlainan.
Variasi Magnetis pada beberapa tempat tidak sama, variasi magnetis ini ditulis dibagian bawah Peta Topografi untuk menentukan deklinasi dan Variasi Magnetis untuk Peta Topografi Indonesia yang baru digambarkan dengan diagram sudut yang terdapat disebelah kiri bawah Peta.
Disamping itu juga dinyatakan beberapa Variasi Magnetis rata – rata tiap tahun. Ada juga diantaranya yang tidak menggambarkan Ikhtilaf Peta yang ada hanya Ikhtilaf Magnetisnya saja.
Untuk mencari Ikhtilaf Petanya harus dilihat dekat batas kiri / kanan peta tertulis kata- kata GRID DECLINATION yang artinya sama dengan IKHTILAF PETA.
Kalau GRID DECLINATION tidak ada berarti Utara Peta dengan Utara Sebenarnya sejajar.
INCREASE – DECREASE
Bilamana suatu Variasi Magnetis Bertambah sehingga setiap tahunnya makin lama makin bertambah, maka disebut Increase.
Bilamana suatu Variasi Magnetis berkurang sehingga setiap tahunnya makin lama makin berkurang, maka disebut Decrease.

SUDUT PETA
Ialah Sudut yang dibentuk oleh 2 buah garis, yaitu satu menuju Utara Peta dan satunya lagi menuju Sasaran.

CARA MENGUKUR SUDUT PETA
Misalnya kita mengukur Sudut Peta dari titik A ke titik B diatas Peta, dengan cara sebagai berikut :
• Tarik 2 buah garis dari titik A, masing-masing menuju ke arah Utara Peta dan menuju ke arah Sasaran
• Ukur sudutnya dari arah garis yang menuju Utara Peta ke garis yang menuju titik B dengan menggunakan Busur Derajat / Protractor sesuai dengan arah Perputaran Jam.
Catatan :
• 0 derajat harus ditempatkan / disimpan paling atas
• Jika sudutnya 180 derajat ke arah kiri
• Setelah itu baca pada Busur Derajat / Protractor berapa Sudut Petanya atau berapa Skala Derajatnya
SUDUT PETA = SUDUT KOMPAS ± (UP.UM)
SUDUT KOMPAS
Ialah Sudut yang dibentuk oleh 2 buah garis, yang satu menuju Utara Magnetis dan satu lagi menuju Sasaran.
CARA MENGUKUR SUDUT KOMPAS
Menentukan Sudut Kompas dengan Kompas Prisma di suatu medan sbb :
• Buka Kompas dan tutupnya tegakkan ke atas
• Tutupkan Prisma ke atas Kaca Kompas
• Tarik cincin Ibu Jari jauh ke bawah, lalu masukkan Ibu Jari ke dalam cincin dan letakkan jari telunjuk menekan kotak kompas.
• Bawalah atau dekatkan Kompas kedepan mata.
• Arahkan Kompas pada Sasaran yang dituju dengan melihat celah melalui bidikan pada prisma, sejajarkan garis rambut / gari tengah dengan Sasaran
• Lalu lihat angka yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk didalam kompas, itulah Sudut Kompas yang dimaksud.
SUDUT KOMPAS = SUDUT PETA ± (UP.UM 2013)


II. KOMPAS
A. PENGERTIAN
Merupakan penunjuk arah mata angin dengan ketentuan sudut derajat dari arah utara magnetis bumi. Kompas yang biasa digunakan untuk keperluan navigasi darat dapat dibedakan menurut kegunaannya dan menurut cara melihat angka di dalam lingkaran sudutnya.

B. FUNGSI
Kompas adalah alat penunjuk arah yang digunakan untuk mengetahui arah utara magnetis. Karena sifat kemagnetannya, jarum kompas akan menunjuk arah utara-selatan (jika tidak dipengaruhi oleh adanya gaya-gaya magnet lainnya selain magnet bumi). Tetapi perlu diingat bahwa arah yang ditunjuk oleh jarum kompas tersebut adalah arah utara magnet bumi, jadi bukan arah utara sebenarnya.
Secara fisik, kompas terdiri atas :
a) Badan, yaitu tempat komponen-komponen kompas lainnya berada.
b) Jarum, selalu mengarah ke utara-selatan bagaimanapun posisinya.
c) Skala penunjuk, menunjukkan derajat sistem mata angin.

C. JENIS-JENIS KOMPAS
Berdasarkan kegunaannya ada Kompas Bidik, yaitu kompas yang penggunaannya dikhususkan untuk menentukan azimuth dengan cara dibidik. 

Kompas Orienteering, yaitu jenis kompas yang penggunaannya khusus untuk orientasi peta, tetapi masih bisa digunakan untuk membidik walaupun kurang tepat (kecuali model-model tertentu).

Berdasarkan cara melihat lingkaran derajatnya, ada Kompas Prisma, Kompas Lensa dan Kompas Cermin.
Kompas yang baik pada ujungnya dilapisi fosfor agar dapat terlihat dalam keadaan gelap.

D. PEMAKAIAN KOMPAS
Kompas dipakai dengan posisi horizontal sesuai dengan arah garis medan magnet bumi. Dalam memakai kompas, perlu dijauhkan dari pengaruh benda-benda yang mengandung logam, seperti pisau, golok, karabiner, jam tangan dan lainnya. Kehadiran benda-benda tersebut akan mempengaruhi jarum kompas sehingga ketepatannya akan berkurang.
Pada dasarnya cara pengggunaan kompas ditekankan pada urutan-urutan yang benar menggunakan kompas, yaitu sebagai berikut :
1. Buka bagian penutup (untuk kompas yang ada penutupnya)
2. Jauhkan kompas dari gangguan lokal dan benda-benda yang mengandung medan magnet
3. Pegang / letakkan kompas dengan datar ( horizontal )
4. Bidik sasaran yang dituju dimana celah bidik, garis bidik dan sasaran bidik berada pada satu garis lurus.
5. Baca / lihat besar sudut dari bagian untuk melihat angka-angka derajat (untuk kompas bidik).

E. BERJALAN MENURUT ARAH KOMPAS
Kadangkala di lapangan kita dituntut untuk melakukan pergerakan menurut arah kompas yang telah kita tentukan. Pada prinsipnya dalam melakukan pergerakan dengan sasaran bidik yang telah ditentukan harus kontras dengan keadaan sekitarnya dan sejauh mata memandang, tetapi di lapangan kita sulit untuk menentukan sasaran bidik yang kontras dengan keadaan sekitarnya, untuk mengatasinya dengan bantuan teman kita sebagai sasarannya (man to man) dengan langkah-langkah sebagai berikut :
– Ikuti urutan menggunakan kompas yang benar
– Bidik sasaran / tujuan dengan kompas melalui celah bidik
– Sejajarkan garis pada permukaan kaca kompas dengan arah utara kompas.
– Dengan sejajarnya arah utara kompas dengan garis pada permukaan kaca kompas, maka Arah celah bidik kompas adalah arah yang kita tuju.

III. ALTIMETER
Altimeter merupakan alat Pengukur Ketinggian yang bisa membantu dalam menentukan posisi.
Pada medan yang bergunung tinggi, resection dengan menggunakan kompas sering tidak banyak membantu, disini altimeter lebih bermanfaat. Dengan menyusuri punggungan-punggungan yang mudah dikenali di peta, altimeter akan lebih berperan dalam perjalanan, yang harus diperhatikan dalam pemakaian altimeter :
setiap altimeter yang dipakai harus dikalibrasi, dengan cara periksa ketelitian altimeter di titik-titik ketinggian yang pasti. Contohnya di tepi laut atau Stasiun kereta api.
Altimeter sangat peka terhadap guncangan, perubahan cuaca, dan perubahan temperatur.


IV. PROTRACTOR

Protractor adalah alat yang berbentuk persegi empat yang digunakan untuk mempermudah kita menentukan koordinat dan sudut pada peta.
Biasanya 1 buah protaktor memiliki 3 skala yang berbeda, namun tidak dapat digunakan untuk membaca koordinat geografis yang di dalamnya terdapat :
• Pembagian Derajat
• Pembagian Peribuan
• Skala Koordinat 1 : 100.000 1 : 50.000 1 : 25.000
• Titik Pusat untuk Pembagian Derajat dan Peribuan adalah titik silang pada tengah – tengah Protractor.
• Tanda Indeks dan untuk Skala Koordinat adalah Sisi Tegak dan Siku – siku segi-tiga
Protractor dapat dipergunakan untuk :
1. Menentukan Sudut Peta
2. Plotting Sudut Peta
3. Plotting Koordinat
4. Menentukan Koordinat


MENGENAL TANDA MEDAN
Kemampuan mengenal tanda medan sangatlah mutlak untuk dikuasai jika kita hendak melakukan navigasi darat. Tanda-tanda medan dapat dijadikan acuan untuk penentuan lokasi dan pengenalan medan supaya arah perjalanan tidak melenceng hingga terjadi hal-hal buruk seperti tersesat. Tanda-tanda medan dapat dikenali dari bentang alam yang ada di sekitar, misalnya punggungan, puncak bukit, jalan setapak, jalan raya, sungai, tebing, muara, anak sungai, pemukiman atau daerah tertentu.
Disamping kita mengenal tanda medan / objek di peta, kita juga bisa menggunakan tanda-tanda medan / objek sebenarnya di lapangan yang mudah dikenali di peta. Beberapa tanda medan dapat kita baca di peta sebelum kita berangkat menuju lokasi, tapi kemudian kita harus cari tanda tersebut di lokasi :
– Puncak gunung atau bukit, punggungan, lembah diantara dua puncak dan bentuk-bentuk tonjolan lainnya yang menyolok
– Lembah yang curam, jembatan (perpotongan sungai dengan jalan), ujung desa, samping jalan
– Bila kita berada di pantai, muara sungai dapat menjadi tanda medan yang sangat jelas, begitu juga tanjung yang menjorok ke laut, teluk-teluk yang menyolok, pulau-pulau kecil, pemukiman penduduk dan lain sebagainya.

TEKNIK PETA KOMPAS
Azimuth dan Back Azimuth, Resection, Intersection, Analisa Perjalanan
TAK AKAN LUPUT DARI PETA DAN KOMPAS JIKA ANDA BERADA DI SUATU TEMPAT

1. TEKNIK PETA KOMPAS
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (secara praktis menyamakan utara peta dengan utara magnetis).
Langkah-langkah Orientasi Peta adalah sebagai berikut :
a) Letakkan peta pada bidang datar.
b) Buka tutup kompas prisma dan Letakkan kompas diatas peta
c) Sejajarkan antara sumbu utara peta dengan utara magnetis/utara kompas, dengan demikian leta

2. AZIMUTH DAN BACK AZIMUTH
Azimuth ialah Sudut Mendatar yang besarnya dihitung dan diukur sesuai dengan arah jalannya jarum jam dari suatu garis yang tetap, yaitu arah utara.
Secara praktis adalah besar sudut yang dibentuk antara utara magnetis (nol derajat) dengan titik/sasaran yang kita tuju, azimuth juga sering disebut Sudut Kompas. Ada tiga macam Azimuth yaitu :
a) Azimuth Sebenarnya, yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara sebenarnya dengan titik sasaran;
b) Azimuth Magnetis, yaitu sudut yang dibentuk antara utara kompas dengan titik sasaran;
c) Azimuth Peta, yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara peta dengan titik sasaran.
Untuk keperluan praktis, pada navigasi ini kita gunakan Azimuth Magnetis.
Back Azimuth adalah Besar Sudut kebalikan / kebelakang dari Azimuth.
Cara menghitungnya :
Jika, Az 180 derajat , Maka; Baz = Az – 180 derajat
Jika, Az = 180 derajat , Maka; Baz = 0 derajat atau 360 derajat
3. ANALISA PERJALANAN
Analisa perjalanan perlu dilakukan agar kita dapat membayangkan kira-kira medan apa yang akan kita lalui, dengan mempelajari peta yang akan dipakai. Yang perlu di analisa adalah jarak, waktu dan tanda medan.
a. Jarak
Jarak diperkirakan dengan mempelajari dan menganalisa peta, yang perlu diperhatikan adalah jarak yang sebenarnya yang kita tempuh bukanlah jarak horizontal. Kita dapat memperkirakan jarak (dan kondisi medan) lintasan yang akan ditempuh dengan memproyeksikan lintasan, kemudian mengalikannya dengan skala untuk memperoleh jarak sebenarnya.
Perhitungan untuk menentukan jarak :
Skala = Jarak Peta : Jarak Datar
Jarak Datar = Skala x Jarak Peta
Jarak Peta = Jarak Datar : Skala
b. Waktu
Bila kita dapat memperkirakan jarak lintasan, selanjutnya kita harus memperkirakan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut. Tanda medan juga bisa untuk menganalisa perjalanan dan menjadi pedoman dalam menempuh perjalanan.
c. Medan Tidak Sesuai Peta
Jangan terlalu cepat membuat kesimpulan bahwa peta yang kita pegang salah. Memang banyak Sungai-sungai kecil yang tidak tergambarkan di peta, karena sungai tersebut kering ketika musim kemarau. Ada kampung yang sudah berubah, jalan setapak yang hilang, dan banyak perubahan-perubahan lain yang mungkin terjadi.
Bila anda menjumpai ketidaksesuaian antara peta dengan kondisi lapangan, baca kembali peta dengan lebih teliti, lihat tahun keluaran peta, karena semakin lama peta tersebut maka banyak sekali perubahan yang terdapat pada peta tersebut. Jangan hanya terpaku pada satu gejala yang tidak ada di peta sehingga hal-hal yang yang dapat dianalisa akan terlupakan. Kalau terlalu banyak hal yang tidak sesuai, kemungkinan besar anda yang salah (mengikuti punggungan yang salah, mengikuti sungai yang salah, atau salah dalam melakukan resection). Peta 1:50.000 atau 1:25.000 umumnya cukup teliti.

4. RESECTION
Resection adalah menentukan kedudukan/ posisi di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali.
Teknik resection membutuhkan bentang alam yang terbuka untuk dapat membidik tanda medan. Tidak selalu tanda medan yang harus selalu dibidik, jika kita berada di tepi sungai, sepanjang jalan, atau sepanjang suatu punggungan, maka hanya perlu satu tanda medan lainnya yang dibidik.
Langkah – Langkah melakukan Resection :
a) Lakukanlah orientasi medan (dapatkan minimal 2 tanda medan)
b) Tandai kedudukan tanda medan tersebut di peta dengan membuat salib sumbu pada pusat tanda-tanda medan yang sudah dikenali di peta dan di lapangan.
c) Bidikkan kompas ke tanda medan tersebut dan catat sudut kompasnya (Azimuth).
d) Hitung SPM tahun berjalan dan pindahkan hasilnya ke sudut peta
e) Hitung Back Azimuth dari hasil perhitungan tersebut.
f) Tarik garis sudut peta dari tanda medan yang sudah kita bidik sesuai dengan hasil perhitungan, hingga garisnya berpotongan.
g) Perpotongan garis tersebut adalah kedudukan kita di peta.
Resection dapat dilakukan dengan minimal 2 tanda medan, yaitu :
1) 2 titik ketinggian
2) 1 titik ketinggian dengan sungai
3) 1 titik ketinggian dan jalan setapak
4) Jalan setapak / sungai dengan altimeter
5) 1 titik ketinggian dengan altimeter.

5. INTERSECTION
Intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan.
Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan, tetapi sukar untuk dicapai. Pada intersection, kita sudah yakin pada posisi kita di peta dan kondisikan agar objek tetap dapat terlihat saat kita berpindah posisi.
Langkah – Langkah melakukan Intersection :
a) Lakukan orientasi medan, dan pastikan posisi kita di peta.
b) Bidik obyek yang kita amati.
c) Hitung SPM tahun berjalan, pindahkan hasilnya ke sudut peta.
d) Bergerak ke posisi lain, dan pastikan posisi tersebut di peta, lakukan langkah b dan c;
e) Tarik garis sudut peta dari posisi kita di peta sesuai dengan hasil perhitungan, hingga garisnya berpotongan. Perpotongan garis dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.

6. Menentukan Arah Lintasan
Dalam menentukan arah lintasan dapat mempergunakan 2 cara, yang pertama dengan tracking kompas, atau mengunci arah kompas searah dengan sudut peta sesuai dengan arah yang dituju. Yang kedua adalah dengan mencari punggungan yang paling lebar untuk mencapai tempat yang dituju.
kedua cara ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dimana sebaiknya cara yang dipilih disesuaikan dengan jenis kegiatan yang akan dilakukan.
SEBELUM, KETIKA DAN SETELAH SELESAI BERNAVIGASI , JAGALAH PERALATAN YANG KITA GUNAKAN AGAR TETAP BAIK KONDISINYA.

Selasa, 02 Februari 2016

SURVIVAL BASIC SKILL : MEMBUAT API

Salam Lestari...

Sahabat Alam, Kali ini saya akan membagikan sedikit pengalaman tentang kemampuan dasar untuk bekal menghadapi situasi survival, walau pun terkadang dalam situasi biasa pun kita tetap wajib menguasai teknik membuat api sebagai penghangat atau untuk keperluan masak memasak ketika kita berkegiatan dialam terbuka.

memang kedengarannya judul diatas agak sepele buat kita, akan tetapi kemampuan ini sebenarnya memerlukan pengetahuan dan latihan yang cukup untuk dapat menguasainya, misalnya bagaimana membuat api di lingkungan yang basah setelah hujan, membuat api dilingkungan yang kering, bagaimana menciptakan api dengan material di lingkungan sekitar kita, cara mengumpulkan bahan bakar, cara menyusun bahan bakarnya dan lain lain.

sebelum kita  membahas lebih lanjut tentang bagaimana membuat api, ada hal yang perlu kita fahami bersama yaitu attitude sebelum kita membuat api antara lain :

  1. Pastikan Tempat dan lingkungan dimana titik api akan kita letakan aman dari resiko kebakaran hutan/lingkungan. jangan sampai kita malah menjadi penyebab kebakaran di lingkungan kita berkegiatan.
  2. Patuhi aturan yang berlaku di tempat kita membuat kemah atau shelter, misalnya kita berkegiatan di wilayah hutan yang dilindungi atau wilayah konservasi yang memberlakukan larangan membuat api, maka pastikan kalo kita hanya membuat api untuk hal hal yang sangat kita perlukan misalnya untuk memasak saja
  3. Selalu gunakan Bahan bakar dari kayu kering yang sdh mati, jangan menebang pohon yang hidup untuk membuat api
  4. Pastikan api yang kita buat dapat kita kontrol.
  5. Jangan Pernah Meninggalkan api dalam keadaan masih menyala saat kita meninggalkan area tempat kita berkemah. pastikan api sudah benar benar padam
Nah setelah kita sudah memahami hal tersebut diatas, marilah kita memulai langkah demi langkah bagaimana membuat api 
  1. Unsur dasar yang harus kita ketahui agar kita bisa membuat api adalah : Ada Bahan Bakar (Bisa berupa Kayu kering dan ranting rating atau daun daun kering), Ada Oksigen, dan ada Sumber Panas (Korek api atau batu dan kayu yang bisa menghasilkan Panas)
  2. Bersihkan dulu lingkungan disekitar titik dimana kita aka meletakan api, usahakan apabila banyak daun daunan di tanah, singkirkan dulu daun daunan tersebut sampai ke tanah di bawah daun daun tersebut.
  3. kumpulkan bahan bakar mulai dari ranting ranting kering, dahan dahan atau batang pohon yang sdh kering
  4. Buatlah Pondasi dengan menyusun beberapa batang kayu sebagai alas sebelum api di hidupkan. ini berguna sebagai menghalang udara lembab di tanah dan juga berguna untuk menciptaka aliran udara dari bawah api sehingga api dapat menyala dengan mudah
  5. Untuk lebih jelas nya sahabat dapat melihat videonya pada link berikut: 
Demikian lah sedikit hal yang bisa saya bagikan kepada para sahabat semua. semoga ini dapat menambah ilmu dan pengalama para sahabat.
terkadang hal ini sepele tetapi apabila kita tidak mempunyai pengetahuan dasar maka hal yang sepele ini akan susah untuk di praktekan. oke guys....... selamat berlatih






Jumat, 29 Januari 2016

PENGETAHUAN TALI TEMALI (SIMPUL DAN IKATAN)



PENGETAHUAN DASAR SIMPUL




SALAM LESTARI


Sahabat ...Kali ini saya mencoba untuk sedikit mengulas tentang keterampilan tali temali. ketrampilan dasar tali temali ini wajib untuk dikuasai oleh kita yang gemar berkegiatan di alam terbuka karena akan sangat berguna suatu saat ketika kita perlukan


Definisi simpul dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah adalah ikatan pada tali atau benang tetapi mudah di uraikan kembali. Salah satu bagian yang harus dikuasai oleh seorang penggiat di ketinggian adalah pengetahuan tentang simpul dan kemampuan membuat simpul dengan mudah dan cepat. Untuk itu dibutuhkan waktu yang tidak sedikit, dan dalam hal ini ditekankan untuk memahami dengan baik tentang pengetahuan simpul. Banyak sumber yang menyarankan untuk mempelajari simpul sebanyak – banyaknya, yang masing – masing punya kegunaan sendiri. Tetapi perlu diketahui berbagai macam simpul dimana dibutuhkan untuk suatu hal yang bersifat darurat maupun kesulitan lain selama melakukan kegiatan di ketinggian.


Simpul yang baik untuk kegiatan di ketinggian ada 4 ( empat) kriteria, antara lain sebagai berikut :
  • Mudah dibuat. 
  • Mudah dilihat kebenaran lilitannya. 
  • Aman, dengan ikatan / lilitan tidak bergerak dan bergeser ataupun tertumpuk pada saat dibebani. 
  • Mudah dilepas / diurai setelah dibebani. 


Figure of eight knot / simpul delapan

Simpul ini biasa nya di pakai untuk menghubungkan tali dengan harness yang dan menggunakan carabiner, simpul ini juga bisa di pakai untuk membuat anchor (penambat).



Figure of eight knot / simpul delapan




Figure-of-Eight re-threaded

Simpul ini cocok untuk mengikat tali langsung dengan harness tanpa harus menggunakan carabiner


Figure Of Eight re-threade (simpul delapan ganda)



Bowline knot (Simpul Tiang)

Simpul bowline mudah berubah dan membuka. AWAS, jika salah membuatnya akan berakibat fatal. PENTING juga membuat simpul kancingan di ujung nya, untuk menjaga kemungkinan simpul tersebut terlepas dengan sendirinya.





Simpul pita

simpul ini di gunakan untuk mengikat dua ujung tali yang pipih (webbing) atau menyambungkan 2 tali tersebut menjadi 1






Simpul nelayan / fisherman’s knot

simpul ini di gunakan untuk menyambung 2 tali yang sama ukuran nya. Misalnya : karnmantel dengan karnmantel





Simpul Prusik

Simpul ini biasa nya di gunakan untuk prusiking / ascending





Simpul mati

Simpul ini di gunakan untuk mengikat 2 ujung tali





Simpul anyam

Simpul ini di gunakan untuk menyambung 2 tali yang berbeda ukuran
Misalnya : karnmantel dengan prusik





Inline knot

Simpul ini biasa nya di gunakan untuk menghubungkan tandu korban dengan rescuer





Simpul pangkal

Simpul ini biasa nya di gunakan untuk membuat anchor / penambat,mengikat tandu, dll


Selain Simpul simpul diatas masih banyak lagi jenis simpul yang bisa kita pergunakan sehari hari tapi disini saya hanya mengulas simpul simpul dasar yang wajib dikuasai oleh penggiat alam terbuka. semoga apa yang saya bagikan ini dapat berguna bagi para sahabat
Selamat Berlatih.....












Selasa, 26 Januari 2016

SEARCHING FOR A HIDDEN PARASIDE

Salam lestari....
Sahabat,... Kali ini saya mencoba kembali untuk berbagi kisah dan pengalaman saya menelusuri alam pedalaman Kalimantan untuk mencari dan menemukan tempat tempat indah yang tersembunyi.
Pada pertengahan Medio Januari 2016 ini saya berkesempatan untuk melakukan perjalanan pendek ke Pedalaman Kalimantan tepatnya ke daerah kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau Provinsi kalimantan Tengah.
Perjalanan kami awali dari Ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu kota Pangkalan Bun. Perjalananan Dari Kota Pangkalan Bun ke Kecamatan Delang kami tempuh melalui jalan darat dengan menggunakan kendaraan roda dua. Jarak yang kami tempuh kurang lebih berjarak 160 km. selama perjalanan kami sempat singgah untuk beristirahat di salah satu kota kabupaten Lamandau. selama perjalanan kami cuaca sepanjang hari itu sangat cerah.
Bundaran Rusa : Maskot Kota Lamandau

setelah cukup beristirahat dan mencari serta menambah sedikit perbekalan, perjalanan kami lanjutkan menuju kecamatan Delang.
Setibanya kami di Desa Kudangan yaitu ibukota kecamatan Delang, kami beristirahat selama satu hari satu malam untuk sedikit mengurangi rasa lelah kami karena perjalanan yang lumayan jauh tersebut. Sekaligus pula kami mencari orang yang dapat memandu kami untuk memasuki hutan belantara di wilayah kecamatan Delang ini.
Beruntung kami bertemu dengan dua orang warga penduduk pribumi yang bersedia untuk menemani kami.
Sebagai buah tangan kami untuk kedua orang tersebut kami memberikan Jala dan Jaring untuk mereka yang mungkin sangat berguna untuk mencari lauk pauk mereka sehari hari.

Keesokan harinya sesuai dengan rencana, pagi tepat pukul 8 kami memulai perjalan kami.
tujuan kami adalah Daerah Aliran Sungai Setongah. Dengan dipandu oleh abang Atus kami mulai melakukan perjalanan dengan jalan kaki menembus lebatnya hutan kalimantan.
sepanjang perjalanan kami di suguhi oleh pemandangan indah aliran sungai dengan riam riam batu.
Setelah berjalan cukup lama kami menyempatkan diri untuk singgah ke pondok juru kunci wilayah hutan yang akan kami masuki. saya berkesempatan untuk mengikuti ritual adat mengobat tongang atau mengikatkan semacam gelang yang terbuat dari jalinan kulit kayu dengan ikatan daun kayu yang sudah dibacakan doa. Ritual ini biasa nya dilakukan sebelum kita memasuki wilayah keramat dan angker untuk memohon keselamatan sepanjang perjalanan kita memasuki hutan di wilayah tersebut.

Setelah selesai melakukan ritual mengobat tongang kami segera melanjutkan perjalanan kami
Untuk sedikit gambaran cerita visualnya mungkin sahabat dapat mengunjungi clip nya di bawan ini


apabaila ada sahabat yang ingin sekali berkunjung dan menjelajahi tempat tempat tersebut sahabat bisa menghubungi warga setempat untuk bantuan pemandu nya.
dalam perjalanan saya tersebut walaupun agak berat dan melelahkan, akan tetapi semua terbayarkan ketika kita menemukan tempat tempat dengan pemandangan eksotis di pedalama kalimantan.
sangat disarankan apabila ingin berkunjung ke daerah ini, sahabat harus bertanya dulu kapan musim buah durian. karena pada musim buah buahan akan banyak sekali hewan hewan hutan yang mencari makan.
demikan sedikit oleh oleh cerita dari saya semoga bisa menambah sedikit wawasan buat kita semua...

guysss..... Indonesia itu indah..... so..... jangan di rumah aja!!!!

Senin, 18 Januari 2016

KEBAKARAN HUTAN : PENYEBAB DAN CARA PENCEGAHAN NYA

Faktor Penyebab Kebakaran Hutan. 

Sahabat Petualang... agar benar-benar hutan kita terlindungi dari segala ancaman yang ada, khususnya kebakaran hutan, maka sangat tepat apabila kita juga mempelajari berbagai penyebab terjadinya kebakaran hutan.



Kebakaran hutan terjadi karena faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam biasa terjadi pada musim kemarau ketika cuaca sangat panas. Namun, sebab utama dari kebakaran hutan adalah pembukaan lahan yang meliputi:
  • Pembakaran lahan yang tidak terkendali sehingga merembet ke lahan lain 
  • Pembukaan lahan tersebut dilaksanakan baik oleh masyarakat maupun perusahaan. Namun bila pembukaan lahan dilaksanakan dengan pembakaran dalam skala besar, kebakaran tersebut sulit terkendali.
  • Pembukaan lahan dilaksanakan untuk usaha perkebunan, HTI, pertanian lahan kering, sonor dan mencari ikan. pembukaan lahan yang paling berbahaya adalah di daerah rawa/gambut.
  • Penggunaan lahan yang menjadikan lahan rawan kebakaran, misalnya di lahan bekas HPH dan di daerah yang beralang-alang.
  • Konflik antara pihak pemerintah, perusahaan dan masyarakat karena status lahan sengketa Perusahaan-perusahaan kelapa sawit kemudian menyewa tenaga kerja dari luar untuk bekerja dan membakar lahan masyarakat lokal yang lahannya ingin diambil alih oleh perusahaan, untuk mengusir masyarakat.

Kebakaran mengurangi nilai lahan dengan cara membuat lahan menjadi terdegradasi, dan dengan demikian perusahaan akan lebih mudah dapat mengambil alih lahan dengan melakukan pembayaran ganti rugi yang murah bagi penduduk asli.
Dalam beberapa kasus, penduduk lokal juga melakukan pembakaran untuk memprotes pengambil-alihan lahan mereka oleh perusahaan kelapa sawit.
Tingkat pendapatan masyarakat yang relatif rendah, sehingga terpaksa memilih alternatif yang mudah, murah dan cepat untuk pembukaan lahan
Kurangnya penegakan hukum terhadap perusahaan yang melanggar peraturan pembukaan lahan

Penyebab Lain kebakaran hutan, diantaranya:
  • Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang. Kecerobohan manusia antara lain membuang puntung rokok secara sembarangan dan lupa mematikan api di perkemahan.
  • Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi.
  • Kebakaran di bawah tanah/ground fire pada daerah tanah gambut yang dapat menyulut kebakaran di atas tanah pada saat musim kemarau

Hutan-hutan tropis basah yang belum terganggu umumnya benar-benar tahan terhadap kebakaran dan hanya akan terbakar setelah periode kemarau yang berkepanjangan. Sebaliknya, hutan-hutan yang telah dibalak, mengalami degradasi, dan ditumbuhi semak belukar, jauh lebih rentan terhadap kebakaran.

Sahabat Petualang itulah berbagai faktor penyebab kebakaran hutan yang dapat saya bagikan. Dan masih banyak lagi faktor-faktor lainnya



Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan di Indonesia
Upaya yang telah dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dilakukan antara lain :
  • Memantapkan kelembagaan dengan membentuk dengan membentuk Sub Direktorat Kebakaran Hutan dan Lembaga non struktural berupa Pusdalkarhutnas, Pusdalkarhutda dan Satlak serta Brigade-brigade pemadam kebakaran hutan di asing-masing HPH dan HTI;
  • Melengkapi perangkat lunak berupa pedoman dan petunjuk teknis pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan;
  • Melengkapi perangkat keras berupa peralatan pencegah dan pemadam kebakaran hutan;
  • Melakukan pelatihan pengendalian kebakaran hutan bagi aparat pemerintah, tenaga BUMN dan perusahaan kehutanan serta masyarakat sekitar hutan;
  • Kampanye dan penyuluhan melalui berbagai Apel Siaga pengendalian kebakaran hutan;
  • Pemberian pembekalan kepada pengusaha (HPH, HTI, perkebunan dan Transmigrasi), Kanwil Dephut, dan jajaran Pemda oleh Menteri Kehutanan dan Menteri Negara Lingkungan Hidup;
  • Dalam setiap persetujuan pelepasan kawasan hutan bagi pembangunan non kehutanan, selalu disyaratkan pembukaan hutan tanpa bakar.
Sahabat petualang demikian sedikit ulasan tentang Penyebab kebakaran Hutan dan cara penanggulangan nya. diharapkan dengan membaca artikel ini para sahabat dapat mengetahui dan dapat mencegah potensi yang dapat menyebabkan kebakaran hutan. jangan sampai ketika para sahabat melakukan kegiatan di alam terbuka malah menjadi faktor penyebab kebakaran hutan. sayang kan kalo hutan tempat kita bermain menjadi hamparan yang tandus dan tak ada pelindung...
trims buat bro panut alias wahyu sujatmiko sahabat saya di Unit Pelestari Lingkungan Merbabu atas idenya. Mohon saran ide dan kritiknya untuk memperbaiki tulisan ini.

SPECIAL THANKS TO



Special Tips Alat Bantu Pernafasan untuk melewati kawasan hutan yang terbakar dan penuh dengan asap :




Sabtu, 16 Januari 2016

BERTAHAN UNTUK HIDUP - SURVIVAL (Introducing)



Salam Lestari......

Sahabat Alam...

Bagi Sahabat yang suka melakukan kegiatan alam terbuka, melakukan petualangan dan penjelajahan ke gunung dan rimba belantara tentunya hobby ini adalah suatu hal yang menyenangkan. tentunya dengan pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk mengatasi segala bentuk situasi alam yang mungkin kurang mendukung.

Terkadang dalam melakukan petualangan atau perjalanan ke alam terbuka ketempat tempat baru yang belum kita ketahui kondisi medannya kita mungkin akan menghadapi situasi yang tidak kita inginkan seperti tersesat atau mengalami cidera yang mengharuskan kita melakukan reaksi mempertahankan hidup di alam liar atau ber-survival.

Definisi umum dari kata Survival dapat di artikan sebagai Bertahan Untuk Hidup. Kali ini saya akan membagikan sedikit pengenalan tentang bagaimana cara untuk menghadapi situasi yang tidak kita inginkan ketika kita berpetualang.

SURVIVAL ACTIONS

Paragraph berikut ini akan menjelaskan secara luas arti dari setiap huruf pada kata S-U-R-V-I-V-A-L. Pelajari dan ingat Huruf huruf tersebut sebab mungkin suatu saat akan bermanfaat buat anda

S -Size Up the Situation 
(Sadari Situasinya)

Jika anda tersesat atau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam perjalanan petualangan anda, anda harus ingat dan sadar akan situasi yang kurang menguntungkan ini. Ingatlah bahwa keamanan dan keselamatan diri anda adalah hal yang paling utama. Pergunakan seluruh panca indra anda untuk mengetahui hal hal yang terjadi dan ada disekitar anda. Pertimbangkan secara bijaksana apakah anda memutuskan harus tetap ditempat anda atau harus bergerak mencari bantuan dan jalan keluar. Buatlah rencana untuk mulai menerapkan strategi bertahan hidup.

Sadari keadaan lingkunan disekitar anda.!

Rasakan dan perhatikan apa yang sedang terjadi disekitar anda. Setiap lingkungan baik hutan, rimba, pantai atau padang pasir selalu mempunyai pola atau irama alam masing masing. Pola atau irama tersebut termasuk suara dan pergerakan biantang atau burung atau serangga, termasuk juga kemungkinan lalulintas penduduk di sekitar tempat anda berada

Sadari Keadaan Fisik Anda !


Tekanan dari lingkungan dimana anda berada atau trauma pada situasi yang mengharuskan anda untuk bertahan hidup dapat membuat anda mendapatkan cedera atau terluka. Segera periksa cedera atau luka anda dan berikan pertolongan pertama untuk ceera atau luka tersebut. Jaga baik baik diri anda untuk menghindari cedera atau luka yang lebih serius. Sebagai contoh, pada iklim apapun, minumlah banyak air untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan. Jika ada pada cuaca yang basah dan dingin, pakailah pakaian tambahan untuk menghindari hipotermia atau kehilangan suhu panas badan.

Sadari perkengkapan dan peralatan apa yang anda bawa!

Kemungkinan dalam perjalan anda, anda kehilangan ada merusak beberapa kelengkapan perjalanan anda. Periksalah untuk melihat peralatan apa saja yang anda miliki dan bagaimana kondisinya
dan ketika anda sudah menyadari situasi bagaimana keadaan anda, lingkunagan sekitar anda, perlengkapan dan peralatan yang anda miliki, itu berati anda sudah siap untuk membuat rencana bertahan hidup selanjutnya. Untuk melakukan hal selanjutnya, ingatlah selalu dalam fikiran anda akan keperluan dan kebutuhan dasar fisik anda : Air, Makanan, dan Tempat Berlindung.


U -Use All Your Senses, Undue Haste Makes Waste
(Pergunakan Semua logika berfikir anda, Hal yang terburu buru menghasilkan hal yang sia sia)


Anda mungkin dapat melakukan kesalahan ketika anda bereaksi dengan cepat tanpa sebuah perencanaan yang matang. Kesalahan tersebut dapat membuat anda cedera atau bahkan kehilangan nyawa. Jangan melakukan perrgerakan sebelum anda berfikir and membuat rencana. Jika anda melakukan hal yang sia-sia maka anda akan lupa dan mungkin meninggalkan beberapa perlangkapan dan peralatan anda. Tindakan terburu-buru juga akan membuat anda kehilangan orientasi sehingga anda akan kebingungan ke arah mana anda akan bergerak. Rencanakan Arah, Tujuan dan pergerakan anda. Rasakan dan perharikan suara atau aroma di sekitar anda. Rasakan perubahan suhu. Jadilah Pengamat situasi yang baik

R -Remember Where You Are
(Ingat dimana anda berada)

Tentukan titik dimana anda berada di dalam peta yang anda bawa dan lakukan orientasi dengan medan sekitarnya. Ini adalah prinsip dasar yang harus anda ikuti. Jika ada dua orang bersama anda, pastikan bahwa mereka juga membuat titik yang sama pada pete tersebut. Selalu ingat siapa saja dalam kelompok anda yang mempunyai peta dan kompass. Lakukan orientasi medan dan tentukan seminimal mungkin seberapa jauh anda dengan :
  • lokasi pemukiman penduduk 
  • sumber air dan makanan 
  • daerah dimana anda dapat membuat tempat perlindungan sementara yang nyaman 
informasi informasi tersebut dapat memberikan anda keputusan yang cerdas ketika anda dalam situasi survival
V -Vanquish Fear and Panic
(Hilangkan Rasa Takut dan Panik)

Musuh utama dalam situasi Survival ada rasa takut, cemas dan panik. Jika perasaan takut, cemas dan panik itu tidak dapat anda kontrol maka hal tersebut akam menghancurkan kemampuan anda untuk membuat keputusan keputusan yang tepat dan cerdas. Rasa takut dan Panik menyebabkan anda bereaksi dan berimajinasi melebihi dari apa yang sedang anda hadapi. Hal tersebut dapat menguras energi dam menimbulkan emosi yang negatif. Perbanyaklah berlatih untuk mengahdapi situasi survival sehingga anda akan lebih percaya diri dan mampu menghilangkan rasa takut dan panik dalam berbagai situasi

I -Improvise
(Ber-improvisasi-lah)

Lakukan improvisasi dalam situasi ketika dimana anda tidak memiliki cukup alat dan perbekalan anda. Buatlah sendiri alat alat survival anda dengan menggunakan bebagai macam material yang ada di sekitar anda.
Anda dapat membuat shelter, alat berburu dan menangkap ikan, peralatan memasak dan makan dengan menggunakan material dari alam. Dalam hal ini pengalaman akan berperan penting dalam mengahdapi situasi survival. Perbanyaklah berlatih. Pergunakan secara masimal Survival kit yang anda Bawa.

V -Value Living
(Hargai Hidup !)

Kita semua dilahirkan untuk berjuang dan menhadapi hidup, tetapi dalam kehidupan sehari hari kebanyakan kita telah menjadi manusia yang hidup dalam kondisi yang aman dan nyaman. Apa yang terjadi bila kita harus menghadapi situasi survival dengan tekanan dan ketidaknyamanan dari alam disekitar lingkungan kita berada ? Ini adalah situasi dimana kita Hidup untuk Hidup, Keinginan untuk tetap bertahan hidup mendorong anda untuk menghargai hidup anda. Pengalaman dan pengetahuan yang anda dapatkan melalui kehidupan sehari hari dan latihan kegiatan alam terbuka anda akan mengarahkan anda pada keinginan untuk tetap hidup. Jangan biarkan diri anda putus asa dalam menghadapi situasi yang serba kekurangan. Kuatakan mental dan fisik anda untuk tetap hidup.

A -Act Like the Natives
(Bertindak dan berperilaku seperti orang orang pribumi)

Orang orang pribumi dan hewan hewan dimana anda berada dapat beradaptasi dengan lingkungan mereka. Perhatikan bagaimana rutinitas penduduk pribumi dalam melakukan kegiatan sehari hari. Kapan dan Apa yang mereka lakukan untuk mencari makanan dan bagaiman cara nya? Kapan dan dimana mereka pergi mencari sumber air? Jam berapa mereka biasanya tidur dan bangun?
Kehidupan hewan hewan liar di sekitar anda juga dapat memberikan jawaban bagaimana anda harus bertahan hidup. Hewan juga memerlukan air, makanan dan perlindungan. Dengan memperhatikan aktivitas hewan hewan liar tersebut ada dapat menemukan sumber air dan makanan.

WARNING
Hewan dan binatang tidak dapat menjadi petunjuk yang pasti buat kita dalam mencari sumber makanan dan air. Beberapa Hewan dan binatang memakan tumbuhan beracun yang tidak dapat dimakan manusia.

L -Learn Basic Skills
(Pelajari kemampuan dan keahlian dasar)

Tanpa suatu latihan dasar untuk situasi survival, kesempatan anda untuk dapat bertahan hidup mengahadapi situasi tersebut sangatlah tipis.
Pelajari Kemampuandan keahlian dasar Cara bertahan hidup di alam terbuka. Buatlah rencana dan keputusan Bagaimana anda untuk membawa peralatan dan perlengkapan ketika anda melakukan kegiatan alam terbuka dan penjelajahan gunung dan rimba. Pelajari kemampuan dan keahlian dasar pada setiap lingkungan yang akan anda hadapi, contohnya ketika kamu akan ke hutan dan gunung bagaimana cara kamu mengatasi rasa dingin dan menghindari serangan hewan liar. Kemampuan dan keahlian dasar tersebut meliputi :
  • Bagaimana cara membuat shelter/tempat berlindung 


  • Bagaimana cara membuat api.



  • Bagaiman cara menangkap hewan dan ikan



  • bagaimana cara membaca kompas peta dan orientasi medan 
dengan menguasai kemampuan dan keahlian dasar tersebut akan dapat menambah rasa percaya diri anda dalam mengahadapi situasi SURVIVAL. dan hal yang paling penting lagi adalah sikap mental kita terhadap suatu keadaan yang mengharuskan kita untuk bersuvival. Sikap mental ini nanti akan di bahas pada BAB psikologi Survival pada artikel selanjutnya.

Catatan diatas adalah hal hal yang harus kita lakukan dalam kondisi survival, di rangkum dan dikumpulkan dari berbagai sumber dan pengalam pribadi. Mohon maaf bila ada kekurangan. ide dan masukan dari teman teman saya tunggu untuk terus menyempurnakan tulisan tulisan saya. 

Semoga dengan membaca artikel diatas akan membuka dan menambah wawasan sahabat tentang bagaimana seharusnya kita bereaksi ketika kita menyadari kita dalam kondisi yang tidak tepat dan harus bertahan untuk hidup.
untuk menambah pengetahuan secara teori tentang bagaimana menghadapi kondisi Survival terus ikuti Blog saya ya.

Salam Lestari...............


Ditulis, dirangkum dan disusun untuk persiapan Hand Book materi DIKSAR UNIT PELESTARI LINGKUNGAN MERBABU dan akan selalu di Update untuk penyempurnaan nya








PENDAKIAN MASSAL DAN BAKTI SOSIAL UPL MERBABU (GUNUNG MERBABU 31 DES 2015 - 1 JAN 2016)

SALAM LESTARI......


Pada akhir tahun 2015 kemaren saya mendapatkan kesempatan untuk berkumpul kembali bersama teman-teman Unit Pelestari Lingkungan Merbabu. yaa.... boleh dibilang reuni lah... maklum setelah hampir 15 tahun berpisah, saya masih diberikan kesempatan oleh Tuhan yang maha esa untuk bertemu kembali dengan mereka.


oh iya.... dengan bangga saya ingin memperkenalkan diri bahwa saya adalah salah satu anggota Unit Pelestari Lingkungan Merbabu (UPL Merbabu). angakatan Rusa Kukusan.

Sebenarnya Angkatan saya berjumlah tiga orang yaitu jacky alias pleki, warindi alias gurka, dan tinto alas wedus Namun salah satu diantara kami yaitu Almarhum Tinto alias Wedus telah duluan Berpulang karena suatu kecelakaan kerja... RIP Tinto Remember our Tour of Duty.

Dalam kegiatan akhir tahun kemaren hampir sebagian besar anggota UPL Merbabu hadir untuk ikut berpatisipasi dalam kegiatan Pendakian Masal dan Bersih Gunung tersebut. Serunya diantara mereka juga turut mengajak anak anak dan istri mereka..... pokoknya seru deh.

Sebagian dari Anggota UPL Merbabu 

Dalam Kegiatan Pendakian Massal dan Bersih Gunung Tersebut, UPL juga melibatkan Mapala sekota Semarang termasuk diantaranya Mapala Argajaladri dari Unisula Semarang, Mapala USM, Kamapala, Pamafa, Mapadoks, Sabagiriwana, Mahesapala dari salatiga, Dimpa dari Solo, (maaf buat mapalanya belum disebutkan disini.... ingatan ane agak berkurang... hehe...)

Kegiatan Pengobatan Gratis (Mapadoks)

Dalam kegiatan akhir tahun tersebut UPL juga melakukan kegiatan sosial lainya yaitu Pengobatan Gratis kepada warga penduduk dusun Thekelan. Kegiatan ini di dukung Oleh Mapadoks yaitu Mapala Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang dan di Support Oleh Salah Satu Pabrik Farmasi yang ada di Kota Semarang yaitu PT. PAPHROS..
Trims ya buat support dan kerjasama nya......




 Selain melakukan kegiatan Pengobatan gratis bagi warga dusun tekelan, pada kesempatan yang sama dimalam harinya kami juga mencoba menghibur warga dengan kegiatan pemutaran film layar tancap di halaman warga dan penyuluhan tentang Perilaku Hidup Sehat. Setidaknya dengan kegiatan ini UPL dapat berbagi ilmu dengan warga setempat tentang kebiasaan dan pola hidup yang sehat.

Berikut nya saya tambahkan sedikit oleh oleh dokumentasi dari kegiatan Pendakian Massal dan Bakti Sosial kemaren :

Breefing Pembagian Tugas Pengamanan Pendakian Massal 

SRU 1 dikomandani oleh Indra Purnama alias Gatel
lokasi tugas : area Helipad dan sekitarnya

 SRU 2 dikomandai Joko Waluyo alias Kopi alias Pentol
Lokasi Tugas : Watu Tulis / Pemancar

SRU 3 dikomandani oleh Wahyu Sujatmiko alias Panut
Lokasi Tugas : Watu Gubuk

SRU 4 dikomandai oleh saya sendiri
Lokasi tugas : Pereng Putih dan sekitarnya

Para Mahluk di balik layar dalam pelaksanaan kegiatan Pendakian Masal dan Bakti sosial










Pemberian Piagam Penghargaan kepada PerwakilanMapala yang turut berpartisipasi dalam kegiatan
Pendakian Massal dan Bakti Sosial UPL Merbabu




Sesi Foto Bareng di lapangan




Aksi Bersih bersih Gunung di sepanjang
jalur pendakian via thekelan


Itulah sedikit cerita yang pada kesempatan ini bisa saya bagikan untuk para sahabat dimanapun kalian berada. trims buat Mapala sekota Semarang dan Salatiga atas partisipasinya.
Thanks juga buat PT. Paphros atas Supplai obat obatannya, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu untuk ijin dan tempatnya, PKPU, LORENZ OUTDOR EQUPMENT atas kaos dan spanduknya, Anak anak Komppas di dusun Thekelan dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.......


SALAM LESTARI........................ 






Keselamatan dalam Kegiatan Pendakian : Sinergitas antar Pendaki dan Pengelola Jalur Pendakian

Keselamatan dalam Kegiatan Pendakian : Sinergitas antar Pendaki dan Pengelola Jalur Pendakian Sejak Boming nya Film 5 Cm, geliat akt...