Senin, 19 Desember 2016

Veldples atau apalah sebutan nya..  Sebuah item yg pada awalnya merupakan salah satu kelengkapan personal bagi seorang anggota militer di medan perang atau pada saat latihan.
Sebuah item yg berfungsi sebagai tempat persediaan air minum perorangan yg juga pada beberapa type dilengkapi dengan alat untuk memasak.
Dulu item ini dikalangan pera pendaki pendaki lawas adalah se



suatu yg wajib dibawa ketika melakukan suatu perjalanan mendaki gunung. Tetapi saat ini sdh hampir jarang terlihat. Veldples sdh tergantikan dengan air minum kemasan yg mungkin dianggap lebih praktis tetapi sebenarnya memberikan dampak terhadap lingkungan.
Para pendaki dimanjakan oleh kepraktisan sehingga terkadang mereka lupa atau dengan sengaja untuk tidak membawa turun botol botol bekas kemasan air tsb.
Melihat dari dampak terhadap lingkungan maka wajar saja ketika salah satu kawasan Taman Nasional menerapkan larangan membawa air minum dalam botol kemasan. Dan saya sangat mendukung aturan tersebut...
Adalah salah tempat ketika kita mrnganggap gunung sebagai tempat bermanja manja sehingga kita dengan gampangnya mengotori lingkungan dengan sampah yg kita bawa..
Solusi saya terhadap aturan aturan larangan membawa air minum dalam kemasan adalah kembali menggunakan dan membawa veldples sebagai wadah cadangan air minum dalam perjalanan pendakian kita..

#Salamlesatari
#salamrimbanusantara
#backtobasic
#backtobarrack

Senin, 12 Desember 2016

MELINDUNGI HUTAN INDONESIA



Di seluruh dunia, hutan-hutan alami sedang dalam krisis. Tumbuhan dan binatang yang hidup didalamnya terancam punah. Dan banyak manusia dan kebudayaan yang menggantungkan hidupnya dari hutan juga sedang terancam. Tapi tidak semuanya merupakan kabar buruk. Masih ada harapan untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan menyelamatkan mereka yang hidup dari hutan.Hutan purba dunia sangat beragam. Hutan-hutan ini meliputi hutan boreal-jenis hutan pinus yang ada di Amerika Utara, hutan hujan tropis, hutan sub tropis dan hutan magrove. Bersama, mereka menjaga sistem lingkungan yang penting bagi kehidupan di bumi. Mereka mempengaruhi cuaca dengan mengontrol curah hujan dan penguapan air dari tanah. Mereka membantu menstabilkan iklim dunia dengan menyimpan karbon dalam jumlah besar yang jika tidak tersimpan akan berkontribusi pada perubahan iklim.

Hutan-hutan purba ini adalah rumah bagi jutaan orang rimba yang untuk bertahan hidup bergantung dari hutan-baik secara fisik maupun spiritual.

Hutan-hutan ini juga merupakan rumah bagi duapertiga dari spesies tanaman dan binatang di dunia. Yang berarti ratusan ribu tanaman dan pohon yang berbeda jenis dan jutaan serangga-masa depan mereka juga tergantung pada hutan-hutan purba.

Hutan-hutan purba yang menakjubkan ini berada dalam ancaman. Di Brazil saja, lebih dari 87 kebudayaan manusia telah hilang; pada 10 hingga 20 tahun kedepan dunia nampaknya akan kehilangan ribuan spesies tanaman dan binatang. Tapi ada kesempatan terakhir untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan orang-orang serta spesies yang tergantung padanya.

7 TIP MENGHEMAT BATERAI HP SAAT TRAVELLING



Salah satu kegiatan yang umum dilakukan para pekerja di akhir pekan, khsusunya di akhir bulan adalah berlibur ke luar kota.

Dengan jarak tempuh yang jauh, semakin seringnya ponsel digunakan hingga sinyal yang tidak stabil, salah satu “korban” terbesarnya adalah baterai smartphone yang lekas habis.

Berikut berbagai tips untuk menghemat baterai smartphone saat berlibur ke luar kota.




1. Matikan Feature Sinyal 4G

Sinyal 4G memberikan koneksi yang lebih cepat tetapi konsumsi baterai yang lebih banyak. Apalagi bila Anda berlibur ke daerah pelosok, ponsel Anda akan berusaha mencari sinyal 4G yang mengakibatkan baterai terkuras. Maka pakailah sinyal dengan setting 3G, EDGE atau bahkan GPRS saja.


2. Jangan Lupa Bawa Power Bank

Siapkan charger portabel (Power Bank) untuk mengisi baterai di saat tidak ada sumber daya.


3. Turunkan Kecerahan Layar

Kecerahan layar yang tinggi sangat menguras baterai. Jadi lebih baik turunkan tingkat kecerahan lampu layar, walau akan sedikit sulit melihat layar namun baterai akan jauh lebih hemat.






4. Hindari Main Game

Bermain game artinya smartphone Anda bekerja dengan berat. Untuk mengusir bosan lebih baik Anda mendengarkan musik (pakai headset), karena memutar musik pada smartphone lebih enteng dan tidak menguras baterai gadget Anda.


5. Aktifkan Sleep Mode

Di beberapa seri smartphone, disediakan fitur Sleep Mode untuk akses internet. Jika fitur ini diaktifkan, maka bisa menonaktifkan akses internet secara otomatis ketika sudah tidak lagi digunakan dalam jangka waktu beberapa lama.


6. Aktifkan Fitur Penghemat Baterai

Beberapa smartphone dilengkapi dengan fitur penghemat baterai biasanya disebut dengan fitur Power Saver. Jika fitur ini diaktifkan, maka smartphone bisa secara otomatis akan mematikan beberapa fitur (GPS, WiFi, NFC, mobile data, dan lainnya) ketika kondisi baterai sudah mulai minim. Tujuannya agar dengan sisa kapasitas yang ada, baterai bisa bertahan lebih lama.


7.Matikan Gadget Ketika Tidak Dibutuhkan.

Bila perjalanan Anda panjang dan kira-kira Anda akan tertidur, lebih baik matikan gadget Anda.

Senin, 05 Desember 2016

ASAL MUASAL SUKU DAYAK

ASAL MUASAL SUKU DAYAK

Berdasarkan hasil penelitian antroplogi, suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan (Borneo) bukanlah penduduk asli. Penduduk asli pulau Borneo yang pertama dengan ciri-ciri fisik rambut hitam keriting, kulit hitam, hidung pesek dan tinggi badan rata-rata 120-130 cm. Mereka digolongkan ke dalam suku bangsa negrito sebagaimana yang masih terdapat sisa-sisanya dalam kelompok kecil di malaysia bagian utara.

Di pulau Kalimantan kelompok suku bangsa negrito ini diduga telah musnah setelah datangnya suku bangsa baru yang ber-migrasi dari benua asia sebelah timur yaitu dari Cina. Menurut ahli etnologi, di asia pada awal-awal abad masehi pernah dua kai terjadi perpindahan bangsa-bangsa yang terjadi pada abad ke II dan yang ke dua terjadi pada abad ke IV. Suku bangsa yang datang dan akhirnya mendiami pulau Kalimantan (Borneo) sebagian besar datang pada perpindahan bangsa-bangsa yang kedua yaitu pada abad ke-IV.

Terjadinya perpindahan bangsa-bangsa ini dilakukan untuk menghindari kekejaman suku bangsa Tar-tar dari Utara yang terjadi sejak zamannya Jengis Khan. Kelompok bangsa yang berpindah itulah yang menjadi cikal bakal terbentuknya bangsa baru seperti Jepang, Taiwan, Philipina dan suku bangsa di Indonesia antara lain suku bangsa di Manado-Gorontalo-Toraja di Sulawesi ; suku-suku di Riau kepulauan, Suku Batak-Nias di Sumatera; serta suku Dayak di Kalimantan.

Sebagaimna dikemukakan sebelumnya nenek moyang suku Dayak berasal dari wilayah pegunungan Yunan bagian selatan berbatasan dengan Vietnam sekarang. Kelompok migran yang masuk ke wilayah Kalimantan Tengah sekarang dan menjadi nenek moyang bagi sebagian besar orang/suku Dayak di Kalimantan Tengah merupakan bagian dari perpindahan bangsa-bangsa ke II pada abad ke IV. Diduga mereka masuk ke Kalimantan Tengah melalui sedikitnya 3 (tiga) koridor yaitu :
1. Koridor I dari Kalimantan Barat menyusuri sungai Kapuas sehingga akhirnya menyeberang/melintas pegunungan Schwaner.
2. Koridor II dari Kalimantan Timur melalui Kabupaten Kutai Barat sekarang
3. Koridor III dari Kalimantan Timur melalui Kabupaten Paser sekarang

Berdasarkan legenda dan cerita para pendahulu, nenek moyang suku Dayak yang mendiami Kalimantan Tengah sama sekali tidak ada kelompok yang masuk dari muara-muara sungai di sebelah selatan wilayah Kalimantan Tengah yaitu dari arah laut Jawa. Seluruhnya masuk ke wilayah Kalimantan Tengah sekarang melalui bagian utara dan timur.

Dalam puisi TETEK TATUM di sebutkan bahwa nenek moyang orang Dayak berasal dari Kerajaan Langit, diturunkan dengan ”Palangka Bulau” di (1) Tantan Puruk Pamantuan (2) Tantan Liang Mangan Puruk Kaminting dan (3) Puruk Kambang Tanah Siang. Perlu diketahui juga bahwa yang dimaksud ”Kerajaan Langit” dimaksudkan menunjuk kepada kerajaan-kerajaan di Cina pada waktu itu.

Menurut legenda, nenek moyang orang Dayak Ngaju berasal dari suatu kerajaan yang terletak dilembah pegunungan Yunan Selatan di Cina Barat Laut. Raja tersebut bergelar THA WONG yang berarti raja besar. Hal ini disebut-sebut dalam puisi TETEK TATUM dengan sedikit perubahan dari THA WONG menjadi TAHAWONG. Oleh karena itu tidak mengherankan jika dikalangan suku Dayak ada beberapa keluarga dalam memberikan nama bagi anak laki-laki yang lahir dikeluarganya dengan antara lain ; Tahawong, Sahawong, Sawong, Tewong atau Siwong.

Salah satu kelompok migran dari THA WONG tersebur masuk ke Kalimantan Tengah sekarang di duga melalui Kalimantan Barat, dengan menyusuri sungai Kapuas. Dalam mencari tempat pemukiman baru yang aman akhirnya kelompok tersebut menyebarangi sebuah pegunungan (Schwaner). Pemukiman pertama di duga di bangun di hulu anak sungai Katingan antara lain sungai Samba dan sungai Baraoi. Daerah tersebut biasa di kenal dengan sebutan DAHTAH HOTAP. Hingga saat ini di tempat itu masih terdapat puing-puing betang yang sangat besar. Betang tersebut pada masanya dipastikan sangat kokoh. Tiang-tiang betang dibuat dari kayu ulin yang berdiameter anatar 60-70 cm. Dari betang inilah diduga penyebaran kelompok–kelompok kecil kesebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.

Salah satu kelompok kecil yang di pimpin ”Ongko Kalangkang” pindah ke arah timur dan akhirnya menetap di hulu sungai Kahayan, yaitu di desa Tumbang Mahuroi sekarang. Warga suku Dayak Ngaju mengakui bahwa ”Ongko Kalangkang” adalah nenek moyang mereka dan merupakan cikal bakal adanya suku Dayak Ngaju. Dalam bahasa Ngaju, kata ongko berarti orang tua, persis sama seperti bahasa Cina. Kata Kalangkang merupakan pertautan 3 (tiga) kata yaitu; Ka (atau kho)-La dan Kang.

Migrasi Ongko Kalangkang ke hulu sungai Kahayan (Tumbang Mahuroi) disertai 7 (tujuh) keluarga dan anak menantunya. Atas kesepakatn bersama, maka ke tujuh keluarga anak-menantunya tersebut menyebar mencari tempat pemukiman baru dengan cara menyisir sungai Kahayan ke arah hilir (selatan). Dengan menggunakan rakit-rakit yang dibuat dari bambu dan kayu, rombongan ke-7 keluarga tersebut melakukan perjalanan untuk mencari tempat-tempat pemukiman baru yang cocok.

Dengan demikian di sepanjang sungai Kahayan akhirnya terbangun 8 (delapan) perkampungan asal yang merupakan kampung generasi pertama, yaitu :
1. Tumbang Mahuroi (Ongko kalangkang)
2. Tumbang Pajangei (anak laki-laki)
3. Tampang (anak laki-laki)
4. Sepang Simin (anak laki-laki)
5. Bawan (anak perempuan)
6. Pahawan (Anak perempuan)
7. Bukit Rawi (Anak perempuan)
8. Pangkoh (anak Perempuan)

Dalam buku ”MANESER PANATAU TATU HIANG” atau Menyelami Kekayaan Leluhur yang di susun oleh Dra. Nila Riwut, 2003 halaman 59 tentang ”Asal-usul Suku Bangsa Dayak” dikemukakan adanya pendapat orang lain yang menyebutkan bahwa suku Dayak berasal dari proto-melayu/melayu tua (Maneser Panatau Tatu Hiang, tahun 2003, halaman 59)

Pendapat tersebut diatas sangat spekulatif dan kurang beralasan. Pegunungan Yunan letaknya di wilayah Cina barat laut. Ras Melayu jelas tidak berasal dari Benua Asia Timur tersebut. Nenek moyang orang Dayak Kalimantan Tengah jelas menyebar dari arah utara yaitu dari daerah hulu sungai. Penyebaran terbalik bukan dari muara sungai sebelah selatan Kalimantan Tengah melainkan menyebar dari arah utara dan dari arah timur, artinya justru menyebar dari arah hulu sungai.

Dengan demikian asal-usul orang Dayak dapat disimpulkan bukan dari ras melayu melainkan lebih tepat dari ras Neo-mongolik. Berpindahnya nenek moyang suku Dayak dari daerah asal (pegunungan Yunan) dapat dipastikan telah mempunyai kebudayaan yang tinggi. Hal tersebut dibuktikan bahwa mereka telah memiliki kemampuan navigasi yang memungkinkan mereka berlayar menyeberangi laut Cina Selatan. Ditempat yang baru mereka telah mampu mengenal batu-batuan yang mengandung bijih besi, memproses besi besi menggunakan tanur yang dibuat sendiri. Hasil besi yang diproses itu disebut dengan ”Sanaman Mantikei” atau besi Mantikei yang terkenal sangat kuat.

Pada zaman sebelum kemerdekaan sampai beberapa tahun awal kemerdekaan, di sekolah-sekolah khusus mata pelajaran ilmu bumi menggunakan buku atlas yang diadakan pemerintah. Khusus pada peta pulau Kalimantan untuk menunjukan nama-sama sungai tertulis antara lain : Dayak Kapuas (besar), Dayak Ketapang, Dayak Lamandau, Dayak Arut, Dayak Kapuas , dll

Dengan demikian yang dimaksud dengan Dayak adalah sungai. Kata Dayak yang artinya sungai tersebut terdapat pada satu anak suku Benuaq di Kalimantan Timur serta bahasa lokal di Kalimantan Barat dan Serawak.

Pada awal abad ke-XIX seorang ilmuwan barat sekaligus missionaris telah melakukan perjalanan panjang selama bertahun-tahun untuk suatu penelitian tentang suku bangsa dan budaya penduduk yang mendiami pulau Kalimantan. Pada saat itu sungai merupakan satu-satunya prasarana perhubungan dari satu kampung ke kampung lain.

Di setiap aliran sungai ilmuwan tersebut menyusuri sungai dengan menggunakan perahu yang didayung oleh tenaga upahan dari penduduk setempat. Apabila sampai pada suatu kampung, ia bertanya kepada pengantarnya (guide) tentang nama kampung dan suku bangsa yang mendiami tempat itu. Namun sampai berakhirnya seluruh perjalanan penelitian tersebut, ternyata bahwa semua suku bangsa yang ia temui belum mempunyai nama. Oleh karena itulah didalam tulisan akhirnya ilmuwan tersebut menyimpulkan bahwa suku bangsa yang mendiami pulau Kalimantan diberikannya nama suku Dayak yang artinya suku bangsa yang bermukim di sepanjang tepi sungai.

Perkembangan penduduk dan perkembangaan kampung-kampung baru menjadi sangat pesat. Dari Kahayan inilah penyebaran penduduk terjadi ke arah barat (Sungai Rungan, Katingan, Mentaya, Seruyan, Arut dan Lamandau); ke arah timur dan selatan (sungai Kapuas, Kapuas Kuala, Barito Kuala, Barito Tengah dan sebagian Barito Hulu).

Memurut Tjilik Riwut dalam bukunya ; Kalimantan Memanggil (1958), suku Dayak Ngaju merupakan suku induk dan terbagi atas 4 (empat) suku besar yaitu :
1. Suku Ngaju dengan 53 anak suku
2. Suku Maanyan dengan 8 anak suku
3. Suku Lawangan dengan 21 anak suku
4. Suku Dusun dengan 24 anak suku

Hampir seluruh wilayah propinsi Kalimantan Tengah sekarang dihuni oleh warga masyarakat yang tergabung ke dalam suku Dayak Ngaju (dan anak suku). Kecuali sedikit warga seperti sebagian hulu anak-anak sungai Katingan, hulu sungai Kapuas dan hulu sungai Barito di huni oleh suku Ot Danum, Ot Siang, Ot Punan dan Ot Kareho. Nenek moyang suku-suku Ot ini kemungkinan besar memasuki Kalimantan Tengah memalui koridor I dan koridor II dari arah Kalimantan Timur.

Bahasa yang digunakan sebagai bahasa komunikasi antar warga dari berbagai suku, disamping menggunakan bahasa ibu adalah bahasa Ngaju. Bahasa Dayak Ngaju juga berfungsi untuk menjadi bahasa pengantar atau lingua franca pada sebagian besar suku-suku di Kalimantan Tengah.

Hubungan Suku Bukit ”Meratus” dengan Ngaju

Penyebutan Dayak merupakan suatu label yang dipergunakan untuk menyebut ratusan suku bangsa asli yang mendiami Borneo. Memang terdapat beberapa perbedaan pendapat tentang pengertian dari istilah “dayak”. Lindbald menyatakan, bahwa kata Dayak berasal dari kata “daya” (bahasa Kenyah) yang mempunyai pengertian “hulu sungai” atau “pedalaman”. Sementera itu, menurut Riwut, istilah “dayak” dapat dirunut dari bahasa orang Dayak Sahawung, “dayak” atau “daya” berarti “kekuatan”. Namun, pengertian ini menurut Riwut, juga sering disalahartikan oleh orang-orang Melayu atau orang pendatang di Kalimantan, bahwa “dayak” berarti “orang gunung”. Mengapa mereka menyebut sebagai Orang Gunung, karena orang-orang Melayu sering mengucapkan kata “dayak” untuk menyebut suku-suku asli di Kalimantan yang tinggal di gunung (bukit) atau di pedalaman. Demikian juga yang terjadi di daerah Hulu Sungai Selatan (Kandangan), orang-orang Banjar seringkali menyebut “orang dayak” untuk menunjuk pada penduduk asli yang tinggal di perbukitan sepanjang pegunungan Meratus.

Menurut Tjilik Riwut, Suku Dayak Bukit merupakan suku kekeluargaan yang termasuk golongan suku (kecil) Dayak Ngaju. Suku Dayak Ngaju merupakan salah satu dari 4 suku kecil bagian dari suku besar (rumpun) yang juga dinamakan Dayak Ngaju.

Mungkin adapula yang menamakan rumpun suku ini dengan nama rumpun Dayak Ot Danum. Penamaan ini juga dapat dipakai, sebab menurut Tjilik Riwut, suku Dayak Ngaju merupakan keturunan dari Dayak Ot Danum yang tinggal atau berasal dari hulu sungai-sungai yang terdapat di kawasan ini, tetapi sudah mengalami perubahan bahasa. Jadi suku Ot Danum merupakan induk suku, tetapi suku Dayak Ngaju merupakan suku yang dominan di kawasan ini.

Silsilah suku Bukit;
Suku Dayak (suku asal), terbagi 5 suku besar / rumpun:
* Dayak Laut (Iban)
* Dayak Darat
* Dayak Apo Kayan / Kenyah-Bahau
* Dayak Murut
* Dayak Ngaju / Ot Danum, terbagi 4 suku kecil:
o Dayak Maanyan
o Dayak Lawangan
o Dayak Dusun
o Dayak Ngaju, terbagi beberapa suku kekeluargaan :
+ Dayak Bukit
• dan lain-lain

Menurut Alfani Daud, suku Dayak Bukit sebagaimana suku Banjar, nenek moyangnya juga berasal dari Sumatera dan sekitarnya ( daerah Melayu). Karena itu ada pulanya yang menamakan sebagai "Melayu Bukit" (Bukit Malay).

Suku ini dapat digolongkan sebagai suku Dayak, karena mereka teguh memegang kepercayaan atau religi suku mereka. Akan tetapi religi suku ini, agak berbeda dengan suku Dayak di Kalimantan Tengah (Suku Dayak Ngaju), yang banyak menekankan ritual upacara kematian. Suku Dayak Bukit lebih menekankan upacara dalam kehidupan, seperti upacara pada proses penanaman padi atau panen. Suku Dayak Bukit juga tidak mengenal tradisi Ngayau yang ada jaman dahulu pada kebanyakan suku Dayak.

Upacara ritual suku Dayak Bukit, misalnya "Aruh Bawanang". Tarian ritual misalnya tari Babangsai untuk wanita dan tari Kanjar untuk pria. Suku Bukit tinggal dalam dalam rumah besar yang dinamakan balai.

Balai merupakan rumah adat untuk melaksanakan ritual pada religi suku mereka. Bentuk balai, "memusat" karena di tengah-tengah merupakan tempat altar atau panggung tempat meletakkan sesajen. Tiap balai dihuni oleh beberapa kepala keluarga, dengan posisi hunian mengelilingi altar upacara. Tiap keluarga memiliki dapur sendiri yang dinamakan umbun. Jadi bentuk balai ini, berbeda dengan rumah adat suku Dayak umumnya yang berbentuk panjang (Rumah Panjang).

Bahasa Dayak Bukit, menurut penelitian banyak kemiripan dengan dialek Bahasa Banjar Hulu. Ada pula yang menamakan bahasa Bukit sebagai "bahasa Banjar archais". Bahasa Bukit termasuk Bahasa Melayu Lokal yang disebut Bahasa Melayu Bukit.Berbeda dengan Riwut, penelitian Noerid Haloei Radam membuktikan bahwa orang Dayak Bukit tidaklah serumpun dengan orang Dayak Ngaju, namun mereka lebih dekat dengan atau serumpun dengan orang Banjar

. Kedekatan ini dibuktikan dengan adanya kesamaan bahasa dan adanya kesamaan nenek moyang dan sistem religi yang dipercayainya.

Berdasarkan pengamatan yang pernah dilakukan oleh Moh. Soehadha pada tahun 2003 dan tahun 2004, ia berpendapatan bahwa orang Dayak Meratus (Bukit) memiliki rumpun yang sama dengan orang Banjar Hulu. Pendapat tentang kesamaan rumpun suku antara Dayak Meratus dengan orang Banjar Hulu dapat dibuktikan dari cerita-cerita yang dituturkan oleh para tokoh adat Dayak Meratus yang berisi tentang kesadaran dan pengakuan bahwa nenek moyang orang Dayak Meratus umumnya adalah orang Banjar Hulu yang mendiami wilayah Kayu Tangi (Martapura).

Tentang Budaya Rumah Betang

Sejak lebih dari 1500 tahun yang lalu kehidupan nenek moyang masyarakat Dayak yang datang ke pulau Kalimantan merupakan masyarakat yang telah memiliki budaya yang tinggi. Namum dalam perkembangannya ditanah yang baru (Kalimantan tengah) kebudayaan mereka tidak berkembang bahkan cenderung mengalami kemunduran.

Dalam kurun waktu sebelum Perdamaian Tumbang Anoi pada tahun 1894 masyarakat Dayak bermukim terpisah-pisah di perkampungan yang tersebar di sepanjang tepi sungai. Sesuai dengn kebutuhannya untuk tempat tinggal dibangun rumah panjang yang disebut ”Betang”dan menampung seluruh keluarga yang menjadi warga ”Betang”tersebut. Apabila perkampungan dirasakan sebuah Betang sudah tidak mencukupi,maka atas mufakat bersama dibangun betang baru. Betang sebagai tempat hunian bersama di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah dan masih bertahan sampai menjelang abad ke-XIX.

Betang juga bisa diterjemahkan dengan Rumah besar dan Panjang. Dan dalam bahasa ngaju adalah huma hai yang artinya rumah besar. Ukuran betang bervariasi sesuai dengan jumlah kepala keluarga yang mendiaminya. Dalam sejarah perkembangan masyarakat Dayak ada betang yang sangat besar dan panjang yang dihuni oleh warga kurang lebih 100 kepala keluarga. Ada juga betang ukurannya relatif kecil dan dapat menampung 10-20 kepala keluarga.

Pada zaman dulu,pada suatu lokasi perkampungan dibangun hanya 1 (satu) buah rumah betang sebagai tempat hunian seluruh warga. Namun dalam perkembangannya mulai pertengahan abad ke XIX mulai muncul perkampungan yang terdiri dari 2-3 betang dengan ukuran kecil. Kontruksi rumah betang dibangun dengan menggunakan tiang-tiang penopang yang sangat kokoh dari kayu ulin. Bahkan pada puing-puing betang yang ada di Datah otap di bagian hulu sungai samba-baraoi tiang-tiang ulin tersebut berukuran 60-70 cm. Bangunan betang bisa mencapai ketinggian 5-6 meter dari permukaan tanah dengan tangga lokal (hejan)2-3 tingkat. Tingginay bangunan tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi serangan binatang buas dan musuh sehingga senjata tombak musuh tidak akan mencapai lantai betang.

Oleh karena itu betang dalam istilah Dayak ngaju di sebut ”Betang panjang palataran lumbah,Huma hai bendera gantung”. Secara keseluruhan rumah betang meliputi ; betang panjang,Balai basara,Balai Garantung,Lepau (Lumbung padi),Sandung,Patahu,Batang talian (termasuk fasilitas MCK dan tambatan perahu). Di dalam betang ini juga dibangun ruangan khusus untuk seorang gadis dan keluarga terpandang yanmg dipingit samapi gadis tersbut menikah. Selam dalam pingitan tersebut,sang gadis di beri pelajaran kepandaian seorang putri seperti merajut,menenun,menganyam serta pelajaran tentang kepribadian,etika adat istiadat dan lain-lain.

Dalam betang sebagai hunian baik untuk seluruh atau sebagian warga perkampungan ikut bertumbuh kembang kebudayaan,adat kebiasaan dan hukum adat masyarakat dayak. Warga betang dipimpin oleh kepala betang dibantu oleh perangkat organisasi dilingkungan betang tersebut sebagai suatu perkampungan. Berbagai hal menyangkut kepentingan bersama dibahas melaui musyawarah untuk mufakat.

Seiring dengan perkembangan zaman lebih-lebih dampak dari masuknya kebudayaan dari luar,maka betang sebagai tempat hunian bersama menjadi kurang menarik dan makin lama makin ditinggalkan. Arus kehidupan modern yang lebih bersifat individualistis serta pengaruh berkembangnya pendidikan,ilmu pengetahuan dan teknolog,secara perlahan dan pasti betang sebagai bentuk tempat hunian bersama tidak dipertahankan lagi. Betang-betang yang masih ada sampi saat inimerupakan sisa-sisa betang yang dibangun pada abad ke-XIX atau sebelumnya. Sampai saat ini saat ini di Kalimantan Tengah hanya terdapat belasan rumah betang yang tersebar di berbagai kabupaten.(lampiran gambar.....)

Meskipun demikian dewasa ini kembali disadari bahwa kearifan dan kebijakan yang diterapkan oleh kepala betang masa lampau beserta organisasi perangkatnya ternyata memiliki nilai budaya yang luhur dan tinggi. Banyak tokoh masyarakat dan budayawan daerah berpandangan adalah menjadi kewajiban bersama untuk mengangkat dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur dalam masyarakat betang menjadi falsafah hidup yaitu falsafah budaya betang.

(adat istiadat Dayak Ngaju- Pemerintah Kota Palangkaraya-Pusat Budaya Betang 2003)
rasheed muzzafar di 15.06

Sabtu, 03 Desember 2016

FESTIVAL BAMBO RAFTING : SEBUAH FESTIVAL RUTIN TAHUNAN DI KABUPATEN LAMANDAU

Festival Bamboo rafting adalah Salah satu even yg menjadi agenda rutin tahunan yg bisa kita jumpai dan saksikan Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng)
Menyusuri aliran sungai Delang yg berair bening dan memiliki banyak riam serta panorama yg indah di sepanjang aliran sungai akan meninggalkan kenangan tersendiri bagi siapa saja yg mengikutinya
Para peserta  diharuskan menggunakan sabuk dan takuluk atau busana tradisional khas Dayak.
Selain dengan rakit bambu para wisatawan juga dapat meraskan petualangan dengan menggunakan ban (tubing) dan dipandu oleh masyarakat sekitar.
Jadi kapan kalian mau main ke sini.?
#amazingborneo

JEMBATAN TAYAN KAPUAS : SEBUAH ICON WISATA BARU DI KALIMANTAN BARAT

JEMBATAN TAYAN KAPUAS
Berjarak lebih kurang 100 Km dari kota Pontianak, membentang sepanjang 1.440 m diatas sungai Kapuas yg menjadi penghubung antara Tayan dan Piasak dan menjadi bagian dalam sistem transportasi jalan raya trans kalimantan di koridor barat.
Jembatan Tayan Kapuas ini menjadi ikon kebanggan masyarakat Kalimantan Barat.
Jembatan ini menjadi jembatan terpanjang kedua di Indonesia setelah jembatan Suramadu di Jawa Timur.
Jembatan ini juga menjadi salah satu spot persinggahan bagi para pelintas untuk berfoto dengan latar belakang jembatan dan panorama disekitarnya.

Kamis, 01 Desember 2016

CATATAN PERJALANAN MENUJU PUNCAK BUKIT BELUNGAI

Bukit Belungai dari  kejauhan dengan Jembatan Tayan  dihadapannya
Bukit Belungai, Sebuah kawasan Hutan perbukitan yang secara administratif masuk kedalam wilayah Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau di provinsi Kalimantan Barat. Bukit Belungai memiliki puncak dengan ketinggian kurang lebih 713 Meter diatas permukaan laut. walau tidak terlalu tinggi, bukit Belungai menyimpan potensi wisata alam yang dapat dikembangkan dan dapat dijadikan sebagai kawasan tujuan wisata kegiatan alam terbuka. Bagi anda yang gemar dengan aktivitas Camping atau pun Hiking, Bukit Belungai tergolong cocok sebagai tempat penyaluran hobby tersebut. Medan pendakian menuju puncaknyapun tidak terlalu sulit untuk ditempuh.
Pada Hari hari libur biasanya kita bisa menemui rombongan pelajar yang sengaja menghabiskan waktu liburan mereka dengan kegiatan Camping atau pun Hiking di Kawasan hutan Perbukitan Belungai ini.

Berawal dari pertemanan disebuah jejaring media sosial, saya mendapat kesempatan untuk dapat bergabung dengan para sahabat dari bagian barat pulau kalimantan. dari obrolan iseng, kami kemudian merencanakan sebuah trip pendakian santai yang diisi dengan kegiatan penanaman pohon di kawasan hutan desa Balai Belungai.

Persiapan sembari beristirahat disalah satu
ruang istirahat karyawan Alfamart simpang Sosok
Sesuai dengan rencana, seluruh peserta trip yang berasal dari berbagai daerah akan berkumpul di Tayan. mereka ada yang berdomisili di kota Pontianak, ada yang datang dari wilayah kabupaten Sanggau, Ketapang dan saya sendiri dari Provinsi Kaliamantan Tengah.
Kami bertemu dan berkumpul untuk persiapan disalah satu Mart (Alfa Mart) dan suatu keberuntungan bagi kami dapat diijinkan untuk bermalam diruang Karyawan Toko Alfa Mart. 
Kami yang pada awalnya belum pernah bertemu muka satu sama lainya membaur dalam keakraban penuh canda tawa dan cerita . tak ada perasaan canggung diantara kami. begitulah tipikal pergaulan para penggiat alam terbuka ketika baru bertemu. 

Sarapan Pagi di Pasar Tradisonal Tayan
Keesokan paginya setelah sarapan pagi kami mulai berkemas untuk menuju Desa Balai Belungai. Perjalanan dari Kawasan Simpang Ampar menuju Desa Balai Belungai kami tempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua. Desa Balai Belungai adalah desa yang menjadi pintu gerbang untuk memasuki jalur pendakian di kawasan hutan bukit Belungai.


Tepat Pukul sembilan Pagi, Kami yang berjumlah sembilan orang memulai perjalanan memasui kawasan hutan di kaki bukit. Kami juga miminta jasa kepada dua orang pemuda desa untuk dapat menjadi pemandu perjalanan pendakian kami.

Kegiatan penanaman pohon pelindung.
Salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah melakukan penananam bibit pohon pohon pelindung dibeberapa titik disepanjang jalur pendakian. Kebetulan teman teman dari Kota Pontianak mendapatkan bantuan bibit pohon pelindung dari Dinas Kehutan Kota Pontianak.Walau pun bibit pohon yang kami bawa tak banyak, kami berharap apa yang kami lakukan ini dapat berguna bagi lingkungan dikawasan Hutan Bukit Belungai.

Beristirahat sambari bersenda gurau diselasela perjalanan
menjadi cara yang ampuh untuk mengembalikan semangat
Setelah semua bibit pohon tertanam, kami pelan pelan melanjutkan perjalan kami menuju Puncak Bukit, Sesekali Kami berhenti untuk beristirahat. Kami pun berkesempatan untuk mandi dan membersihkan diri sekaligus mendinginkan suhu tubuk kami disalah satu aliran sungai kecil yang berair jernih di salah satu lembah perbukitan Belungai ini.
Walau pun dengan langkah yang agak lambat, karena semakin keatas jalur yang ada dihadapan kami semakin terjal. Terkadang kami harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menyibak semak semak dan ranting serta dahan pohon kayu yang menutupi jalan kami.

Tepat Pukul empat sore, saya menjadi orang pertama yang mencapai puncak bukit Belungai, disusul dengan beberapa teman dibelakang saya. sebagian lagi masih tertinggal jauh. Saya segera mempersiapkan kayu untuk api unggun kami pada saat malam. dibantu oleh dua orang pemuda desa yang menjadi pemandu kami, mereka mempersiapkan lokasi untuk mendirikan tenda di sekitar Patok Trianggulasi yang terdapat tepat di tengah tengah camping ground di puncak Bukit Belungai.

Menu Makan Malam minus Garam.
ketika hari semakin gelap, sembari beristirahat, kami bersama sama mempersiapkan makan malam dengan menu seadanya. Ada Cerita lucu dari Perjalanan Kami kali ini yaitu kami tidak membawa bekal garam, gula dan Kopi atau teh karena salah komunikasi ketika persiapan belanja pada pagi hari nya. walaupun begitu kejadian ini tidak merusak suasana keakraban kami, malah menjadi suatu pengalaman manis kami bersama.
setah makan malam pun acara kami lanjutkan dengan ngobrol dan bercerita sembari sesekali terdengar satu dua orang teman curhat tentang kehidupannya masing masing.

Walaupun ditengah cuaca malam yang pada waktu itu tak bersahabat, Hujan Mulai Turun dengan angin yang cukup kencang namun kami masih dapat menikmati istirahat malam kami dengan hangat.

Pagi Di Puncak Belungai
Keesokan harinya setelah bangun pagi, kami mulai berbagi tugas kembali, ada yang mengemas kembali tenda tenda dan sebagian mempersiapkan sarapan pagi dengan sisa sisa logistik seadanya. Pagi Hari tanpa Kopi memang agak terasa sedikit berbeda. Semua sisa sisa logistik kami kumpulkan untuk diolah menjadi sarapan pagi yang seadanya. Air Minum pun hampir tak bersisa. Namun tak mengurangi keceriaan kami, terkadang terdengar celotehan celotehan dari beberapa teman yang bikin kami tertawa sambil senyum senyum..
sungguh menjadi suatu cerita yang 


penuh kenangan dari para sahabat yang berjiwa petualang. apapun situasinya kami selalu tenang dan santai untuk menyikapi segala sesuatu yang terjadi di luar perhitungan kami.
Semoga Kami masih diberi kesempatan untuk kembali bersama berkumpul dalam petualangan petualang selanjutnya.



PERSAHABATAN TERJALIN, PERSAUDARAAN TERENGKUH, BERSAMA MENGUKIR CINTA KEPADA ALAM
#PI BORNEO RAYA

TARIAN BUKUNG : SEBUAH KEARIFAN LOKAL DISUASANA DUKA




Gendang tipa bertalu talu suaranya riuh rendah, berpadu dengan suara gong dan gamelan. Sementara itu sosok tak berbaju dengan muka dan dada penuh coreng seperti hantu berputar putar, menari kadang juga menjadi pelayan bagi sebuah acara kematian, itulah dia Bukung. Pada acara ritual menyandung maupun upacara ritual kematian bagi suku dayak , adat Bebukung selalu hadir dalam segenap acara . Mereka hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari upacara kematian tersebut. Bukung adalah sosok manusia yang menghias dirinya menjadi seperti hantu dengan muka bercoreng, dada berukir dan pakai asisori dari daun kelapa dan daun ribuan atau ada juga dengan topeng yang disebut bukung raja. Seorang bukung akan merobah dirinya sehingga tidak dikenal, demikian juga suaranya berobah agar tak dikenal. Peran bukung sangat besar pada upacara kematian, terutama untuk menjadi pesuruh atau abdi atau hamba. Ia berfungsi sebagai tenaga sukarela untuk mengerjakan semua pekerjaan, baik itu mengambil air, mencari kayu, mencari perlengkapan untuk upacara kematian, mengangkut barang barang untuk kegiatan kematian dll.



dalam penjelesan beberapa tokoh tetua adat Dayak Tomun di Pedalaman Kabupaten Lamandau mengatakan bahwa bukung memiliki berbagai macam rupa antara lain : bukung rusa, bukung kulang kulit, bukung tembalaui, bukung Hantu dan masih banyak jenis rupa rupa Bukung lainya. Para Bukung ini berperan sebagai hamba atau tenaga sukarela. Mereka siap membantu, tidak boleh membantah dan tidak boleh takut.

Untuk memilih bukung ini memang tidak sembarangan. Tidak semua dapat menjadi bukung, selain dipilih dari utusan dusun atau kampung juga harus memenuhi syarat seperti agak jauh hubungan keluarganya dengan sang almarhum. Tingkat kerabatannya harus lebih tinggi atau sejajar dengan orang yag meninggal dunia. Tidak boleh memakai baju, tidak boleh berbicara dengan orang lain selain bukung, tidak boleh sedih, tetapi harus menembarau dan berpura pura sedih menirukan orang beduka cita serta harus pandai bergurau. Sebelum menjadi bukung harus dipatar dengan ritual tertentu.

 Click to wacth Video
Selain mempunyai otoritas dan kebanggaan sebagai bukung, tokoh hantu ini juga mempunyai hak istimewa yaitu mendapat makanan yang lebih banyak dan lebih istimewa dari yang lain. Menurut Rajiin, bukung tidak boleh masuk halaman orang lain kecuali rumah duka dan jika ingin berhenti menjadi bukung harus minta izin dulu kepada dukun untuk dicari gantinya.

Tugas bukung selesai setelah mayat dimakamkan atau disandung setelah pembakaran mayat. Memang tak semua kematian bagi masyarakat dayak menggunakan bukung, selain soal kepercayaan dan adat juga kemampuan seseoarang juga menjadi alasan. Adat bukung memang terkadang memakan biaya yang cukup besar, karena itu hanya kematian orang orang tertentu,seperti tokoh tokoh dan mantir adat suku dayak saja yang menggunakan bukung.






MENUGGAL : Sebuah Kearifan Lokal yang Hampir Punah



Menugal adalah kegiatan penanaman padi di lahan kering (ladang) yang biasa dilakukan masyarakat dayak.
Kegiatan menugal ini telah dilakukan secara turun-temurun sejak jaman nenek moyang suku dayak Tomun. Dimana orang tua pada masa lalu terbiasa dengan usaha ladang berpindah-pindah.

Setiap orang yang turut serta dalam kegiatan menugal ini dulunya tidak diberi upah/gaji dalam bentuk uang. Tetapi biasanya si pemilik ladang memotong hewan ternaknya seperti babi, anjing, ayam atau yang lainnya untuk nantinya dijadikan hidangan makanan saat kegiatan menugal tersebut atau. Dan hal ini dilakukan saling berbalasan bagi masyarakat di kampung tersebut, dalam kegiatan menugal. Selain menyediakan makanan si pemilik ladang juga menyediakan minuman tuak, arak dan lain sebagainya.

Seiring dengan semakin sempitnya lahan untuk menanam padi (ladang) akibat perkembangan perluasan perkebunan kelapa sawit, dan larangan pembakaran lahan mungkin beberapa tahun ke depan budaya seperti ini akan menghilang. Suasana kekeluargaan dan gotong-royong dalam kegiatan ini pun akan hilang seiring perubahan zaman.

(Lok : wilayah hutan desa Riam Tinggi, kecamatan Delang, kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah)

Rabu, 27 April 2016

BEST THINGS YOU MUST HAVE FOR ADVENTURE

Selamat datang di era digital. Zaman di mana semua hal bisa dilakukan dengan bantuan kecanggihan teknologi. Perkembangan teknologi yang sangat cepat telah menciptakan alat-alat canggih yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Di dunia pendakian, berbagai gear canggih pun bermunculan. Perlengkapan naik gunung yang canggih tersebut diciptakan untuk mempermudah pendaki survive di tengah hutan belantara.

Contohnya Suunto Ambit3 Peak Sapphir. Jam tangan multifungsi ini sebaiknya dimiliki oleh para pendaki. Altimeter-sensitivitas tinggi yang ada di jam tangan ini bisa melacak rute pendakian kita. Jika suatu saat kita tersesat saat mendaki, kita bisa menggunakan fitur trackback. Fitur ini secara otomatis akan melacak dan menampilkan rute yang sudah kita lewati. Selain itu jam tangan Suunto Ambit3 dilengkapi dengan fitur standar seperti kompas elektronik, pemantau denyut jantung, dan menunjukkan waktu matahari terbit dan tenggelam.

Bukan hanya Suunto Ambit3 saja, masih banyak perlengkapan naik gunung canggih lain yang bermanfaat di alam bebas. Berikut 7 perlengkapan naik gunung canggih yang harus Anda miliki:

 

1.Eton Scorpion

Eton Scorpion merupakan alat multiguna bagi pendaki. Alat serbaguna ini bisa digunakan untuk senter, USB charger, dan pembuka botol. Selain itu, Eton Scorpion juga bisa difungsikan sebagai radio komunikasi. Gear ini diisi ulang menggunakan tenaga surya dan tenaga listrik biasa.Perlengkapan naik gunung yang satu ini dibanderol seharga 50 USD.

Tertarik membeli alat ini? Cek website ini Eton Scorpion.

 

2.Biolate Campstove

Kompor multiguna yang bisa digunakan untuk mengisi ulang daya ponsel.

Jika biasanya Anda menggunakan kompor gas portabel, sekarang terdapat kompor model baru yang memiliki dualfungsi. Perlengkapan naik gunung canggih ini bisa digunakan untuk memasak dan membakar kayu. Selain itu, kompor canggih ini bisa digunakan untuk mengisi ulang baterai ponsel Anda. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali memasak, perut kenyang dan baterai ponselpun terisi.

Tertarik untuk memilikinya? Cek situs berikut:BioLite Wood Burning Campstove.

 

3. JakPak

Sumber foto dari firebox.com

Jakpak adalah satu paket komplit yang ditawarkan dari sebuah jaket. Jaket waterproof atau tahan air ini bisa digunakan sebagai sleeping bag. Bahkan, jaket ini juga dapat berfungsi sebagai tenda!

JakPak dijual seharga 250 USD atau sekitar Rp 3.500.000,-. Untuk pemesanan lebih lanjut, bisa membuka web www.uncrate.com

 

4.Meet Earl Tablet

Meet Earl Tablet biasa dikenal sebagai Backcountry Survival Tablet. Perlengkapan naik gunung satu ini dapat beroperasi dengan baik ketika ponsel tidak dapat digunakan. Dengan sistem operasi Android Jelly Bean 4.1, tablet ini memiliki penghemat daya, e-link screen, GPS yang terintegrasi, sensor cuaca, dan teknologi komunikasi radio.

Alat ini adalah alat yang cukup ampuh untuk menjelajah alam bebas. Anda bisa mengunjungi situs berikut ini MeetEarl jika ingin membelinya.

5.Rechargeable LED Headlamp

Rechargeable LED Headlamp bukanlah headlampbiasa. Headlamp ini merupakan perlengkapan naik gunung yang memiliki daya tahan baterai lebih dari 18 jam. Headlamp ini bisa diisi ulang menggunakan USB. Headlamp ini sangat tangguh karena bisa tetap menyala dalam kondisi ekstrim dan didalam air.

Satu hal yang paling dibutuhkan adalah headlampini memiliki lampu SOS Strobe yang bisa digunakan pada keadaan darurat. Headlamp ini dihargai sebesar 150 USD. Cek situs berikut:Princeton Tec Apex Rechargeable LED Headlamp.

 

6. SteriPen Water Purifier

Tidak jarang kita kehabisan air ketika sedang dalam pendakian. Sumber mata air belum tentu ada di setiap gunung.

Jika dalam keadaan terdesak dan tidak menemukan satu sumber mata air pun, jalan satu-satunya adalah memanfaatkan genangan air yang ada. SteriPen Water Purifier merupakan perlengkapan naik gunung yang sangat dibutuhkan dalam kondisi mendesak seperti itu karena gear ini bisa digunakan untuk menjernihkan dan memurnikan sinar UV.

Alat ini bisa membunuh lebih dari 99.9% bakteri berbahaya yang terdapat di dalam air.

Harga yang ditawarkan sebesar 90 USD. Untuk memiliki alat ini, Anda bisa mengunjungi situsSteriPen Water Purifier.

 

7.Heimplanet Tent

Memasang tenda bisa menjadi hal yang sangat menyenangkan. Namun, saat musim hujan, memasang tenda membutuhkan banyak kesabaran dan ketekunan.

Jika Anda ingin tenda yang praktis dan mudah dipasang, Heimplanet Tent ini sangat cocok. Anda hanya harus memompa dengan pompa udara dalam beberapa menit. Ketika tenda ini sudah mengembang, tenda ini bisa memuat 2-3 orang. Lebih praktis lagi, tenda ini bisa dilipat dalam ukuran kecil.

Senin, 25 April 2016

BUAT APA MENDAKI GUNUNG ? NYUSAHIN DIRI AJA

Banyak orang bertanya, Apa sih enaknya mendaki gunung ???
Kan capek, harus jalan jauh….

Kegiatan yang satu ini memang penuh seni dan hanya bisa dipahami oleh mereka yang sudah pernah mendaki. Bayangkan, kamu mesti bersusah payah membawa carrier yang berat serta berjalan jauh melewati medan yang seringkali membahayakan. Tak jarang pula kita dengar kisah pendaki yang tewas di jalur pendakian.

Meski berat dan melelahkan, anehnya para pendaki tak pernah kehilangan semangat untuk terus berjalan. Gunung yang tinggi tetap dihadapi, jalan yang berliku terus saja dicumbui. Sekali pernah naik gunung, kamu tak akan pernah bisa berhenti. Ada rasa yang tak bisa diungkapkan lewat kata-kata sekalinya kita berhasil menggapai puncaknya.

Meski tak banyak bisa dimengerti, inilah alasan yang membuat kami, para pendaki selalu mengangkat keril demi mendaki kembali…

1. Mendaki gunung adalah perjalanan hati; perjalanan untuk menaklukkan dirimu sendiri

Jika banyak pendaki yang berkata bahwa sebuah pendakian adalah perjalanan menaklukkan diri sendiri, sepertinya ungkapan itu memang benar adanya. Naik gunung dan mendaki sampai ke puncaknya adalah petualangan mendobrak zona nyaman. Dibandingkan dengan suasana rumah, gunung memang gak nyaman: udara yang dinginnya kadang menusuk tulang, sering gak ada air, makan juga ala kadarnya.

Mendaki gunung gak bisa asal jalan; butuh kondisi fisik yang baik, persiapan matang, serta niat dan mental yang tegar. Kalau semua itu gak terpenuhi, kemungkinan besar kamu akan gagal di tengah jalan. Hanya dengan mengalahkan egomu sendiri, barulah kamu layak menggapai puncak.

2. Saat tak ada yang bisa diandalkan, kamu akan belajar memaksimalkan seluruh kemampuan

Naik gunung berarti berhadapan dengan alam bebas dan meninggalkan peradaban jauh di belakangmu. Gak ada kerjaan kuliah atau kantor yang kamu bawa, pun juga dirimu bisa rehat sejenak dari jeratan sosial media. Bersyukurlah di atas gunung gak ada listrik dan wifi gratis, sehingga kamu bisa merasakan pengalaman menjadi manusia seutuhnya.

Jadi manusia seutuhnya itu berarti seluruh inderamu bekerja penuh. Kamu jadi bisa menikmati segala hal yang ada di depanmu, merekam semuanya dalam benakmu tanpa hasrat untuk berpaling ke dunia maya. Kamu juga berjuang dengan tenagamu sendiri, menggunakan tangan dan kakimu untuk mencapai titik yang lebih tinggi.

3. Kegiatan ini memang melelahkan. Tapi dari sebuah pendakian kamu akan lebih menghargai hal-hal sederhana yang sering terlupakan

Ya, naik gunung bisa membuatmu mensyukuri banyak hal remeh yang biasanya luput dari perhatian kita—hal-hal remeh yang kadang menentukan hidup mati kita di atas gunung. Air, misalnya. Ketika persediaan air sudah menipis, ketemu sumber air di atas gunung tuh rasanya udah kayak ketemu jodoh.

Kita juga jadi mensyukuri makanan yang kita masak meski ternyata gak terlalu matang. Secangkir kopi hangat juga terasa semakin nikmat. Bahkan, mensyukuri cuaca yang cerah ketika mendaki di musim hujan pun acap kita lakukan. Semua hal itu pasti luput kita syukuri jika kita berada di tempat yang nyaman.

4. “Semangat, sebentar lagi sampai. Cuma 2 tanjakan lagi, kok !!! Solidaritas antara sesama pendaki juga bisa jadi alasan kenapa kamu ketagihan melakukan pendakian

Seorang pendaki gak akan segan membagi perbekalannya bagi mereka yang membutuhkan, sekalipun yang ia miliki juga terbatas. Ia juga gak ragu untuk berteriak menyemangati pendaki lain agar mereka gak menyerah dan bisa merasakan nikmatnya menjejak puncak sama-sama.

Tiap pendaki adalah saudara seperjuangan, tak peduli mereka saling mengenal atau tidak. Mereka paham, bahwa apa yang mereka bagi kepada sesama pendaki bisa menimbulkan semangat bahkan menyelamatkan jiwa. Gunung memang punya kharisma yang magis untuk menyatukan orang-orang yang sama-sama menjamahinya.

5. Kenapa kamu selalu kembali ???
Karena gunung yang sama pun bisa menawarkan sisi baru dalam setiap pendakian yang dilakoni

Mungkin kamu merasa heran jika temanmu yang seorang pendaki mendaki gunung yang sama berulang kali. Well, yang didaki mungkin memang gunung yang sama. Tapi, selalu ada pengalaman yang berbeda setiap kali kita menjamahi puncaknya. Variabelnya pun beragam, bisa berupa jalur pendakian yang berbeda, kondisi cuaca, maupun interaksi kita dengan manusia-manusianya. Pengalaman unik inilah yang membuat gunung terus didaki.

6. Di depan alam yang megah kamu otomatis merasa lemah. Dari mendaki kamu belajar bagaimana ilmu pasrah dan berserah

Tanpa disadari, manusia seringkali jumawa. Kita merasa bahwa diri kita adalah makhluk yang paling tinggi dan mulia sehingga merasa bisa berkuasa atas alam dan isinya. Nah, gunung adalah secuil surga istimewa yang gak cuma menyajikan panorama luar biasa, tetapi juga mengingatkan kita bahwa kita tak lebih dari setitik debu di hadapan semesta ciptaan-Nya

7. Dengan melihat dari perspektif yang lebih tinggi, kamu sadar bahwa dunia masih punya tempat luar biasa untuk dijelajahi

Pemandangan dari puncak gunung sanggup menyihir siapa saja yang melihatnya. Langit dan bumi bertemu di batas cakrawala, menyajikan panorama yang membuat kita semua terkesima. Titik tertinggi yang kita pijak memberikan sudut pandang tak biasa, membuat kita mengerti bahwa masih ada tempat luar biasa lainnya yang layak untuk kita jamahi. Itulah mengapa pendaki tak pernah berhenti menyambangi puncak-puncak tertinggi

8. Dari pendakian kamu belajar jadi orang yang cermat. Sebab berhasilnya sebuah pendakian adalah saat kamu bisa pulang dengan selamat

Mendaki gunung memang membutuhkan kekuatan fisik dan nyali. Memanggul keril sambil berjaran berkilo-kilo meter, menempuh medan yang tak jarang curam dan berbahaya. Belum lagi ditambah kondisi cuaca yang kadang tak bisa diprediksi, membuat pendakian dianggap sebagai kegiatan orang-orang sinting yang nekat.

Namun, mereka yang fisik dan nyalinya sudah ditempa berbagai jalur pendakian mengerti bahwa naik gunung bukan soal kenekatan untuk menaklukkan alam, melainkan bagaimana kembali pulang dengan selamat

9. Pendakian membuka matamu soal arti usaha. Sekecil apapun langkahnya, semesta akan menghargai setiap upaya

Kemegahan gunung-gunung yang menjulang sudah tampak dari kejauhan. Sebagai manusia, tak jarang nyalimu menciut dibuatnya: ‘Bisakah saya mencapai puncaknya?’ Puncak gunung akan selalu menjadi puncak yang tak tergapai jika kamu enggan untuk mulai melangkahkan kaki. Kamu sadar, bahwa setiap langkah kecil punya peran untuk mengantarkanmu menuju puncaknya. Setiap hal besar bisa kamu mulai dari sesuatu yang kecil.

10. Sepulang mendaki kamu tak akan lagi jadi orang yang sama. Kegigihan berjuang, kerendahan hati, dan kehangatan pribadi akan selalu terbawa

Sebagai manusia, kita pasti membutuhkan pencapaian untuk membuat hidupnya bermakna. Naik gunung bukanlah sekadar jalan-jalan biasa. Perasaan luar biasa yang gak bisa diungkapkan dengan kata-kata tumpah begitu saja saat kamu berhasil mencapai puncaknya. Ini bukanlah pencapaian yang bisa kamu dapatkan di tempat lain, melainkan sesuatu yang dibayar dengan langkah kaki, peluh, serta semangat yang selalu berkobar.

Alasan-alasan di ataslah yang membuat para pendaki terus melangkahkan kaki menjamahi puncak-puncak di atas awan.

Jadi, apakah kita sepakat memelihara perasaan yang sama WAHAI SAHABAT PENDAKI ???

Sumber tulisan : Hipwee
Dikutip dari postingan seorang sahabat : Martono Sudirjo.

SEBUAH CATATAN PERJALANAN MENUJU PUNCAK RINJANI

Sebuah kutipan saran dari seorang sahabat.
Sepertinya menarik.. thank buat info dan pengaturan schedule nya 

Dari Martono Sudirdjo :
"Saran saya andai akhir tahun dirimu ke Rinjani
Awali dari senaru
Tapi agak muter muter
Keuntungannya dirimu terhindar dari panas dan debu jalur sembalun
Kerugiannya tidak ketemu trek sembalun dan view cantik pos 1 dan 2 sabana sembalun.
Naik senaru - Plawangan senaru mungkin hari pertama andai start jam 7 pagi dapet ngecamp di plawangan senaru.
Yg perlu di catat, Mata air tidak ada di plawangan senaru.
Mata air terakhir ada di pos 3 jalur ini
Andai power mumpuni malah bisa tuh jalan seharian sampai danau
Tapi perlu di catat andai waktumu nanggung akan ketemu gelap sebelum sampai danau sebaiknya urungkan niat demi keselamatan karena turunnya extreme dari plawangan senaru ke danau
Andai hari ke 2 baru turun ke danau, jangan nginap di danau langsung naik ke plawangan sembalun
Begitu sampai punggungan plawangan belok kanan cari shelter pos plawangan yg dari beton seperti yg kamu lihat saat di danau
Andai tidak terlalu sore pasti dapet tuh lokasi nenda di sana keuntungannya deket mata air dan deket trek menuju puncak Rinjani
Hari ke 3 setelah muncak dan sarapan balik lagi turun ke danau dan nginap di danau segara anak
Bermanjalah di sana...!
Nikmati Hot Spring Water tepat dibawah aliran tumpahan air danau menuju kokoq puteq yg merupakan sungai jalur torean.
Kalo hobi mancing boleh tuh persiapkan bawa pancing dari rumah.
Umpan yg terbaik adalah cacing.
Bisa di cari di sekitar sumber mata air di bawah danau dibawah aik kalaq (hot spring water).
Setelah puas bermanja di danau carilah jalur torean, Arah seperti mau naik ke plawangan sembalun kira kira 20 meter di belakang pos shelter yg di danau ada simpangan ke kiri, Itulah trek Torean..!

Bagaimana menuju ke pintu gerbang pendakian nya : 

Dari Bandara naik Damri ke Pool Damri di Sweta (tarif 25rb)

Dari Pool Damri jalan kaki ke arah utara kira2 300m menuju perempatan sweta

Dari perempatan sweta yg kearah utara itulah ada angkle (micro bus) menuju lombok utara (mungkin tanjung) dari tanjung lanjut bus micro yg kearah senaru

Tarifnya ngga tau tapi antara 20-30rb untuk tiap angkutan yg sy sebut

Yg enak cari barengan biar bisa carter caranya

Paling murah pick up

500rb untuk maksimal 10 pendaki

Jadi cuman 50rb/pendaki sekali jalan

Solusi lain lagi semoga saat dirimu ke Rinjani ada saya di lombok nanti tak bantu menuju basecamp Bro Jacky Potter Ariadi

Penimbung Water Fall
Air terjun tercantik dari total 3 air terjun yg saya jumpai di jalur ini Letaknya paling bawah.
Paling terakhir menjelang kita sampai di pos 1 jalur torean.

Rasakan Sendiri petualangan Mu ke Singgasana dan Taman Dewi Anjani
Buatlah pengalaman pertamamu ini sedikit berbeda dari para pendaki Rinjani yang rata rata mengawali pendakian dari sembalun dan mengakhirinya di Senaru
Buatlah cerita indah dan tentunya sedikit berbeda dari teman2 pendaki saat berkunjung ke Rinjani Bro Survival Rendezvous

Hihi

Jalur Suci Menuju Rinjani

Semoga membantu Bro Survival Rendezvous

Di kutip dari percakapan di wall facebook medio april 2016

SEKILAS PENGANTAR ILMU SURVIVAL : ADAPTASI

BERADAPTASI

Konsep bertahan hidup itu mudah alias simpel. yaitu dengan menggunakan NALURI dalam ber-ADAPTASI.

ADAPTASI adalah kemampuan yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta kepada Makhluk nya yang bernyawa, tujuannya agar iya Mampu bertahan Hidup atai Hidup di berbagai kondisi dan situasi.

Entah manusia, hewan, tumbuhan semua mempunyai naluri untuk ber-adaptasi. Dalam konteks ke- Manusiaan, terkadang Naluri dalam ber-Adaptasi ini sring diaanggap " tidak bisa " beradaptasi, padahal keliru.

Sebenarnya ber-Adaptasi itu harus didukung oleh keputusan untuk melakukannya atau tidak...Seringkali terjebak dalam kata ini.

Akhirnya, yang mampu ber-adaptasi adalah mereka yang sanggup Memberikan Keputusan Diri untuk beradaptasi atau tidak. Kalo " ya " mereka bisa Survive tapi kalo " tidak " ya kemungkinan bisa survive itu karena pertolongan dr pihak lain ( bukan diri sendiri ) pastinya..

Ditulis oleh seorang sahabat : Firdaus Rahmansyah.

SURVIVAL FOODS AND SUPPLIES

SURVIVAL FOOD AND SUPPLIES :
Salah satu pilihan makanan yg dapat kita temukan apabila kita beruntung adalah ular...ada berbagai macam jenis ular di alam terbuka. Saya menyarankan untuk tidak ceroboh dalam menangani ular. Pastikan kita sdh mengenal jenis ular yg akan kita tangkap. Lakukan identifikasi dengan benar apakah ular itu berbisa atau tidak.... jangan mengambil resiko bila anda tidak mengetahui jenis ular apa yg anda hadapi..lebih baik cari makanan yg lain dan tinggalkan ular tersebut.. saran terbaik untuk ular yg dapat di makan dalam keadaan darurat adalah jenis ular phyton dan keluargannya...untuk mengolah bahan makanan ini sebaiknya ular tersebut dipotong bagian kepalanya dan ekornya, belah perutnya dan bersihkan  setelah itu panggang di atas api.... sekiranya anda yakin dagingnya sdh cukup matang anda dapat menyantap nya... ingat ini hanya untuk keadaan darurat saja apabila terdesak... tetap jaga keseimbangan ekosistem hutan agar tidak terganggu... sekali lagi saya mengingatkan agar selalu ada pendampingan dari orang yg berkompeten dalam melakukan latihan jungle survival...berlatih dan teruslah berlatih untuk bersiap menghadapi segala situasi yg tidak menentu yg mungkin kita hadapi... salam rimba nusantara  #survivaleveningclass #foodandsupplies

Minggu, 24 April 2016

SEKILAS PENGANTAR ILMU JUNGLE SURVIVAL : PSIKOLOGI SURVIVAL

PSIKOLOGI SURVIVAL
Pada saat dalam kondisi survival Anda akan menghadapi banyak tekanan mental maupun fisik di lingkungan tempat kita harus bertahan hidup yang pada akhirnya akan mempengaruhi pikiran Anda. Tekanan ini dapat mengganggu pikiran dan emosi, yang jika kurang dipahami, dapat mengubah rasa percaya diri yang kita miliki menjadi hilang dan akan berubah menjadi orang yang ragu-ragu serta menjadi individu yg tidak efektif dalam setiap gerak dan keputusan yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan kita untuk dapat bertahan hidup. Jadi, Anda harus menyadari dan harus dapat mengenali bahwa orang-orang yang tertekan dan gelisah pada situasi tertentu umumnya terkait dengan kekurangmampuannya dalam dalam menguasai teknik bertahan hidup. Hal ini sangat penting untuk disadari sebagai reaksi Anda terhadap berbagai macam tekanan yang berhubungan dengan kondisi bertahan hidup (survival). #survivaleveningclass #phsicologysurvival

SURVIVAL TOOLS : PISAU DAN TALI

SURVIVAL TOOLS : ROPE AND KNIFE
Dalam sebuah perjalanan menempuh rimba, setidaknya kita wajib membekali diri dengan peralatan dan perlengkapan yang cukup bisa kita andalkan ketika kita harus menghadapi kondisi yg tidak menentu atau situasi yg mengharuskan kita melakukan prosedur survival..salah satu atau dua benda yang sangat penting yg wajib kita bawa adalah pisau dan tali...untuk memilih pisau yg akan kita jadikan teman perjalanan itu tergantung pilihan kita sesuai dengan kebiasaan kita masing masing. Seutas tali prusik dengan diameter 0,2 - 0,5 dengan panjang yg cukup dapat membantu kita untuk menghadapi situasi survival. Kedua benda tersebut dapat kita pergunakan dengan berbagai impovisasi seperti untuk membuat api, mencari makan dengan membuat jerat dan alat tangkap hewan buruan, membuat shelter dan hal hal yg mungkin kita perlukan dalam situasi survival. Tetapi yang paling penting dari semua hal tersebut adalah penguasaan keterampilan dasar/basic skill tentang cara cara bertahan hidup di hutan. Tanpa itu peralatan dan kelengapan yg canggih pun belum dapat menjadi jaminan untuk dapat selamat melewati masa masa survival... berlatih dan terus berlatih adalah cara yang paling baik untuk menghadapi segala situasi terburuk yang mungkin akan kita hadapi.... salam rimba nusantara #survivaleveningclass #toolsandbasicskill

Sabtu, 16 April 2016

KEPUHUNAN - mitos budaya lokal yang menjadi kekayaan budaya nusantara

Coba saya artikan sepengetahuan saya ,KEPUHUNAN (dialek Banjar dibaca kepohonan) kepercayaan masyarakat lokal yang hanya di temui dikehidupan masyarakat kalimantan sehari hari (saya belum menemukan hal atau kepercayaan ini di luar pulau kalimantan) yaitu bahwa ketika seseorang ditawarkan makanan, sebaiknya pihak yang ditawarkan haruslah “nyantap” atau mencicipi secuil sedikit makanan yang ditawarkan tersebut. Jika tidak dilakukan orang, maka diyakini akan terjadi sesuatu yang buruk akan menimpa orang yang tidak nyantap tersebut. Sesuatu yang buruk yang dimaksud mungkin berupa kecelakaan, musibah, atau dihubungkan dengan gangguan atau “penampakan” makhluk halus.

Terutamanya makanan atau minuman yang sangat bertuah dan “wajib” disantap berupa ketan, nasi kuning, dan kopi. Tetapi menurut keyakinan lokal, tetap… hampir semua makanan bisa mengakibatkan “kepuhunan”. Pada prakteknya, penduduk lokal otomatis akan menawarkan makanan yang akan dia makan, dan yang ditawari “harus” nyantap (mencicipi) sedikit makanan yang ditawarkan tersebut. Jika makanan yang ada tersedia cukup banyak, jika kita suka, kita bisa mengambil sepotong dua atau yahhh… seperti bertamu biasanya…. Jika kita tidak ingin makan karena sesuatu hal, maka kita bisa “nyantap” saja. Misalnya si A sedang makan pisang goreng, didekatnya ada si B, maka sebelum menggigit si A akan menawarkan si B untuk “nyantap”. Maka si B akan mencuil sedikit (benar-benar secuil bahkan tidak akan terasa dilidah, karena hanya untuk menghindari kepuhunan tersebut) pisang goreng tersebut.

Masyarakat modern menilai hal ini sebagai tidak ilmiah, irrasional, atau tahyul. Meskipun kadang hal ini benar terjadi. Berkaitan dengan “kepuhunan” ini, suatu saat mertua saya bercerita tentang kecelakaan yang mengakibatkan vespa nya hancur, hingga mesinnya terbelah. Menurut dia, itu terjadi selepas pulang bertamu, disuguhi kopi, dan dia tidak “nyantap”. Maka terjadilah “kepuhunan” itu. Bahkan dia dengan penuh semangat menceritakan beberapa kejadian lain yang sejenis, yang berhubungan sengan “kepuhunan”

Sadar atau tidak sadar, kadang mitos dan kepercayaan masyarakat lokal, sarat akan kearifan lokal. Mengandung unsur-unsur keharmonisan antar sesama manusia dan manusia dengan alam lingkungannya. Saya mengulas hal ini semata-mata hanya ingin “memotret” budaya kepercayaan masyarakat lokal di  Kalimantan. Saya rasa tidak perlu dipertentangkan dengan nilai-nilai lain, biarlah budaya lokal ini menjadi kekayaan budaya nusantara.

Salam lestari

Jumat, 15 April 2016

MANAGEMEN PERJALANAN



Perjalanan yang akan dilakukan harus dipersiapkan dengan matang. Persiapan ini sangat berguna bagi petualang karena akan mengurangi resiko yang mungkin timbul dalam perjalanan. Sudah sangat sering kita mendengar seseorang atau sekelompok orang meninggal dalam suatu petualangan hanya karena manajemen perjalanan yang kurang baik.


Keinginan untuk berpetualang di alam terbuka menyebabkan para penggiatnya melakukan berbagai kegiatan petualangan dan perjalanan, mulai dari pendakian gunung, penyusuran pantai, pengarungan sungai berarus deras, panjat tebing, penelusuran gua sampai dengan perjalanan besar yang sering disebut ekspedisi. Berbagai tujuan melandasi perjalanan tersebut, mulai perjalanan eksplorasi, survei, maupun hanya sekedar jalan-jalan. Semua jenis perjalanan tersebut memerlukan persiapan yang baik, mengingat kondisi alam yang apabila tidak dapat kita atasi dengan baik akan membawa kita pada keadaan yang membahayakan jiwa. Dalam upaya mengatasi kondisi alam yang selalu berubah itu, sebelum melakukan suatu perjalanan kita wajib melakukan perencanaan yang matang. Sangat konyol bila dalam melakukan petualangan dengan alasan gagah-gagahan ataupun modal nekad dengan mengesampingkan manajemen perjalanan.


Suatu manajemen perjalanan menunjukkan hubungan yang selaras antara persiapan, perjalanan dan perlengkapan serta kesehatan. Artinya dengan persiapan yang matang dan memperhatikan perlengkapan maka seseorang pelaku perjalanan atau petualang akan lebih dapat menikmati perjalanan tersebut, dan juga tidak akan merepotkan rekan satu tim. Apalagi dengan kondisi kesehatan yang menunjang selama perjalanan. Sebab tidak tertutup kemungkinan karena alas an kesehatan perjalanan dihentikan.


Perencanaan Kegiatan
Ketika anda memutuskan untuk melakukan perjalanan dalam suatu kegiatan, tentu anda seharusnya mempersiapkan segala sesuatunya secara matang, baik personil, logistik, perlengkapan maupun pengetahuan medan .Ketika anda merencanakan untuk kegiatan keluar, tentu anda juga akan menyiapkan tim yang ideal dan solid menurut anda, dan anda tahu betul kemampuannya. Perbekalan dan peralatan yang cukup juga situasi medan dan route yang akan anda lalui, kemudian anda siap untuk melakukan perjalanan. Bahaya tentu saja akan selalu ada baik itu dari anda dan tim anda yang menyangkut kesiapan perlengkapan dan peralatan tim maupun pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki tim dalam melakukan perjalanan. Bahaya dari luar akan selalu ada, tergantung kesiapan tim dan kesolitan tim dalam menghadapinya. Mental akan sangat berpengaruh dalam perjalanan anda.


Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari informasi. Untuk mendapatkan data-data kita dapat memperoleh dari literatur- literatur yang berupa buku-buku atau artikel-artikel yang kita butuhkan atau dari orang-orang yang pernah melakukan pendakian pada objek yang akan kita tuju. Tidak salah juga bila meminta informasi dari penduduk setempat atau siapa saja yang mengerti tentang gambaran medan lokasi yang akan kita daki.


Selanjutnya buatlah ROP (Rencana Operasi Perjalanan). Buatlah perencanaan secara detail dan rinci, yang berisi tentang daerah mana yang dituju, berapa lama kegiatan berlangsung, perlengkapan apa saja yang dibutuhkan, makanan yang perlu dibawa, perkiraan biaya perjalanan, bagaimana mencapai daerah tersebut, serta prosedur pengurusan ijin mendaki di daerah tersebut. Lalu buatlah ROP secara teliti dan sedetail mungkin, mulai dari rincian waktu sebelum kegiatan sampai dengan setelah kegiatan. Aturlah pembagian job dengan anggota pendaki yang lain (satu kelompok), tentukan kapan waktu makan, kapan harus istirahat, dan sebagainya
Untuk merencanakan suatu kegiatan ke alam bebas harus ada persiapan dan penyusunan secara matang. ada rumusan yang umum digunakan yaitu 4W & 1 H, yang kepanjangannya adalah Where, Who, Why, When dan How. Berikut ini aplikasi dari rumusan tersebut :


1. Where (Dimana), untuk melakukan suatu kegiatan alam kita harus mengetahui dimana yang akan kita digunakan
2. Who (Siapa), apakah anda akan melakukan kegiatan alam tersebut sendiri atau dengan berkelompok, siapa yang menjadi leader atau mengetahui kemampuan diri dll.
3. Why (Mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang dan bisa bermacam-macam jawaban.
4. When (Kapan) waktu pelaksanaan Kegiatan tersebut, berapa lama?.
5. How/Bagaimana merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut :
• Bagaimana kondisi Tempat
• Bagaimana cuaca disana
• Bagaimana perizinannya
• Bagaimana mendapatkan air
• Bagaimana pengaturan tugas panitia
• Bagaimana materi yang disampaikan.


Dari Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun Rencana Kegiatan yang didalamnya mencakup rincian
1. Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi basecamp panitia, pembagian waktu dan sebagainya.
2. Pengurusan perizinan (Kepolisian, Kepala Sekolah, Orang Tua, Kepala Desa Setempat)
3. Pembagian tugas panitia
4. Penyusunan Rencana Kegiatan
5. Perencanaan kebutuhan peralatan, perlengkapan dan Transportasi.
6. Dll.


Dan yang tidak kalah pentingnya adalah anda akan mendapatkan point-point bagi kalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut.
Faktor Perencanaan Perjalanan


1. Faktor Alam
Mencakup pemahaman mengenai lokasi tujuan, medan yang akan ditempuh, iklim di daerah yang akan dituju, dan hal lain yang berkaitan dengan lingkungan. Pengantisipasian hal ini adalah dengan melakukan studi literatur yang baik, analisis peta, pengumpulan informasi dari pemerintah setempat.


2. Faktor Peserta
Merupakan hal yang berhubungan dengan personil peserta perjalanan, mencakup pemilihan personil, leader, hierarki, diskripsi kerja dan tanggung jawab masing-masing, serta kemampuan setiap peserta perjalanan.


3. Faktor Penyelenggaraan
Mencakup faktor teknis, non teknis, serta semi teknis.
• Faktor teknis
Berhubungan langsung dengan tingkat kesulitan medan. Beberapa hal yang termasuk didalamnya yaitu penyiapan kemampuan personil, skenario dan sistem operasi, sistem pendokumentasian, serta hal yang berkaitan dengan masalah safety.
• Faktor non teknis
Daya dukung operasi yang tidak berhubungan dengan tingkat kesulitan medan. Mencakup masalah administrasi organisasi dan pendukung operasi global.
• Faktor semi teknis
Faktor ini hanya terdapat dalam ekspedisi-ekspedisi besar dan kompleks. Berhubungan langsung dengan tingkat kesulitan medan tapi bersifat non teknis. Misalnya masalah komunikasi, base camp team, advance-team, take in & out team, rescue team, dsb.


Intinya dalam perencanaan pendakian, hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
o Mendapatkan informasi yang lengkap tentang daerah yang mau dituju (medan, panjang rute, sumber air,dll)
o Mengenali kegiatan pokok yang akan ditempuh (bergerak, makan, tidur, penelitian, dll)
o Lama perjalanan
o Tujuan perjalanan
o Mengenali kemampuan diri dalam tim dalam menghadapi medan.
o Teliti rencana pendakian dan rute yang akan ditempuh secermat mungkin.
o Pikirkan waktu yang digunakan dalam pendakian.
o Periksa segala perlengkapan yang akan dibawa.
o Keterbatasan kita dalam membawa barang
o Dll


Persiapan
Persiapan umum untuk mendaki gunung antara lain kesiapan mental, fisik, etika, pengetahuan dan ketrampilan.
1. Kesiapan mental.
Mental amat berpengaruh, karena jika mentalnya sedang fit, maka fisik pun akan fit, tetapi bisa saja terjadi sebaliknya.
2. Kesiapan fisik.
Beberapa latihan fisik yang perlu kita lakukan, misalnya : Stretching /perenggangan [sebelum dan sesudah melakukan aktifitas olahraga, lakukanlah perenggangan, agar tubuh kita dapat terlatih kelenturannya]. Jogging ( lari pelan-pelan ) Lama waktu dan jarak sesuai dengan kemampuan kita, tetapi waktu, jarak dan kecepatan selalu kita tambah dari waktu sebelumnya. Latihan lainnya bisa saja sit-up, push-up dan pull-up Lakukan sesuai kemampuan kita dan tambahlah porsinya melebihi porsi sebelumnya.


3. Kesiapan administrasi.
Mempersiapkan seluruh prosedur yang dibutuhkan untuk perijinan memasuki kawasan yang akan dituju.
4. Kesiapan pengetahuan dan ketrampilan.
Pengetahuan untuk dapat hidup di alam bebas. Kemampuan minimal yang perlu bagi pendaki adalah pengetahuan tentang navigasi darat, survival serta EMC [emergency medical care] praktis.


Perlengkapan
Secara umum peralatan dapat kita bagi menjadi :
1. Peralatan dasar, yaitu peralatan yang selalu kita perlukan setiap saat seperti pakaian, peralatan memasak dan makan/minum peralatan MCK dan perlengkapan pribadi.
2. Peralatan khusus, yaitu peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan medan perjalanan atau tujuan perjalanan apakah untuk penelitian, dokumentasi, pemanjatan tebing dan sebagainya.
3. Peralatan tambahan, yang bisa dibawa atau tidak dan lebih kepada hal-hal kenyamanan


Perlengkapan Dasar
Ransel / carrier.
Perlengkapan jalan :
o Sepatu
o Kaos kaki
o Celana lapangan
o Ikat pinggang
o Baju lapangan
o Jaket
o Topi
o Jas hujan
o Dll


• Alat bantu perlengkapan jalan
o Peralatan navigasi
Kompas, peta, penggaris segitiga, busur derajat, pensil, dll.
o Lampu Senter
Dengan bola lampu dan baterai cadangan
o Pisau
Pisau saku serbaguna (multi blade) seperti Victorinox, pisau pinggang, golok tebas
o Peluit
o Survival kit:
Alat menjahit, tali sepatu cadangan, korek api, gunting kecil, perlengkapan p3k, alat pancing, alat jerat, dll
o Jam tangan
o Dll


• Perlengkapan tidur :
o Sepasang pakaian tidur
o Kaus kaki tebal
o Matras
o Sleeping bag
o Sarung tangan
o Kupluk/balaklava
o Ponco
o Dll


• Perlengkapan masak dan makan:
o Kompor lapangan
o Bahan bakar
o Tempat memasak
o Wadah air
o Pematik/pembuat api
o Alat makan/minum.


• Perlengkapan pribadi :
o Jarum, benang, kancing
o Peralatan ibadah
o Alat tulis/dokumentasi
o Obat pribadi
o Tempat minum
o Peralatan mandi
o Tissue
o Dll


Peralatan Khusus
Peralatan kusus berkaitan dengan medan dan tujuan perjalanan. Bila akan mengadakan kegiatan pendakian tebing harus membawa tali static dan dinamic, harnes, dsb.
Bila akan mengadakan arung sungai kita harus membawa peralatan pengarungan. Untuk kegiatan dokumentasi kita harus menyiapkan peralatan dokumentasi.


Peralatan Tambahan
Peralatan ini tiadak harus dibawa namun untuk kenyamanan ada baiknya disertakan :
• Putis, Pembalut betis agar otot-ototnya tetap fit
• Gaiter, Melindungi kaki dari pacet, duri, dan mencegah sepatu kemasukan pasir
• Kelambu, Melindungi dari nyamuk dan lebah
• Semir sepatu
• dll


Packing
Sebelum melakukan kegiatan kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam Carier atau backpack. Packing adalah pengepakan barang-barang yang sudah terdata dan pasti akan dimasukkan kedalam carier. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan. Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :


• Pada saat carier dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan pendakian kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, bayangkan jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak, dan anda menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang. Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung. Barang-barang yang relatif lebih ringan (sleeping bag, pakaian tidur) ditempatkan dibagian bawah
• Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya. Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut
• Kelompokkan barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk mempermudah pengorganisasiannya. Misal : alat mandi ditaruh dalam satu kantung plastik.
• Maksimalkan tempat yang ada, misalkan nesting (panci serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam ransel, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur.
• Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat / jas hujan pada bagian atas cerier / ransel.
• Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar ransel, karena menggantungkan barang diluar ransel akan mengganggu perjalanan anda karena tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking ke dalam ransel.


Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.


Perencanaan Perbekalan
Dalam perencanaan perjalanan, perencanaan perbekalan merupakan salah satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus. Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
Lamanya perjalanan yang akan dilakukan
Aktifitas apa saja yang akan dilakukan
Keadaaan medan yang akan dihadapi (terjal, sering hujan, dsb)
Sehubungan dengan keadaan diatas, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam merencanakan perjalanan:
• Cukup mengandung kalori dan mempunyai komposisi gizi yang memadai.
• Terlindung dari kerusakan, tahan lama, dan mudah menanganinya.
• Sebaiknya makanan yang siap saji atau tidak perlu dimasak terlalu lama, irit air dan bahan bakar.
• Ringan, mudah didapat
• Jenis dan rasa yang vareatif
• Dll
x

Keselamatan dalam Kegiatan Pendakian : Sinergitas antar Pendaki dan Pengelola Jalur Pendakian

Keselamatan dalam Kegiatan Pendakian : Sinergitas antar Pendaki dan Pengelola Jalur Pendakian Sejak Boming nya Film 5 Cm, geliat akt...